Google


...Hadiri Kopdar rutin TRAVIC setiap Jum'at,mulai jam 19.00 di Taman Suropati,Menteng Jakarta Pusat...&....Latihan Futsal Setiap Rabu mulai Jam 19.30-21.00 di Taman Menteng,Jakarta Pusat.....be there...be the real TRAVICERS....

Selamat datang di TRAVIC,Anda pengunjung ke-blog counter

Untuk tampilan terbaik gunakan Mozilla Firefox


Thursday, May 15, 2008
Antisipasi Naiknya BBM

Sinyal akan naiknya harga bensin bersubsidi makin kuat. Indikasinya, kenaikan harga minyak dunia. Imbasnya sudah bisa dilihat. BBM non subsidi macam Pertamax dan Pertamax Plus sudah di kisaran Rp 9.000 per liter.

Lha, kalau Premium dinaikkan, biaya operasional pastinya makin bertambah. Memang belum jelas benar kisaran kenaikannya. Nah, mengantisipasi kenaikan harga, ada beberapa hal kecil seperti perilaku berkendara yang bisa membuat boros bensin.

Apa saja itu dan berikut langkah antisipasinya.

PANASKAN MOTOR BERLEBIHAN
Sekarang ini, bukan saatnya memanaskan mesin sampai bermenit-menit. Menurut Modus Vivendi, Tecnical Service Division Head, PT Astra International-Honda Sales Operation Tbk., perilaku ini bisa membuat inefisiensi.

Motor dipanaskan dalam keadaan diam juga butuh bahan bakar. Akibatnya, tanpa menempuh jarak tertentu karena diam itu, bensin malah jadi berkurang.

Padahal, pemanasan itu hanya diperlukan agar sirkulasi oli merata. “Untuk itu tidak perlu lama. Hanya beberapa detik saja. Asal piston dan liner sudah dilumasi langsung jalan. Pada motor tertentu sudah ada cuk otomatis. Ini bisa dijadikan acuan,” bilang pria ramah ini.

Selain itu, akibat pemanasan lama, penumpukan deposit karbon juga mungkin terjadi. “Ini juga bisa bikin bensin boros,” paparnya.

SUDUT WINDSHIELD

Tujuan windshield dipasang sebagai protector badan. Dari namanya aja jelas sebagai penahan angin. Badan ditolong oleh kerasnya angin dari arah depan.

Efeknya coefisien drag makin besar. Menurut Modus yang bukan operandi, selain bikin boros, secara handling alias pengendalian juga sulit. “Makanya, ada beberapa motor yang mendesain windshield dengan sudut tertentu tidak tegak lurus. Kalau sudutnya benar, malah bisa semakin aerodinamis. Bisa bikin irit,” bilangnya.

Ia malah memberikan tips, agar tetap sehat tanpa takut dihajar angin juga bisa bikin hemat, pakai saja perlengkapan berkendara yang baik. Jaket dengan protector cukup membantu.

JAKET GEMBUNG
Ini hampir mirip dengan windshield. Jaket yang tidak benar, selain membuat pengendalian tidak baik juga bikin boros. Intinya ramping alias slim. Gembung pada jaket menambah koefisien drag. Apalagi penggunaan jaket terbalik. Wah ini sih tidak direkomendasi!

NETRAL DI LAMPU MERAH
Masuk gigi, sambil menahan rpm di lampu stop berpotensi bikin boros. “Kebiasaan ini selalu sambil panteng gas di rpm tertentu. Makin tinggi rpm, kebutuhan bahan bakar juga lebih besar. Boros juga kan,” tambah Reiner M. Sitorus, Manajer Teknik, PT Kawasaki Motor Indonesia.

Sumber : Tabloid Motor Plus
Reporter : Achmad Suhendra
Fotografer : M. David Srihanoko, Heri Riswanto

Labels:

 
posted by TRAVIC at Thursday, May 15, 2008 | Permalink |


2 Comments:


At Tuesday, May 20, 2008, Anonymous Patzcool

thanx for the info boss...

 

At Tuesday, August 15, 2017, Blogger Abigail Bukai

This comment has been removed by the author.