Google


...Hadiri Kopdar rutin TRAVIC setiap Jum'at,mulai jam 19.00 di Taman Suropati,Menteng Jakarta Pusat...&....Latihan Futsal Setiap Rabu mulai Jam 19.30-21.00 di Taman Menteng,Jakarta Pusat.....be there...be the real TRAVICERS....

Selamat datang di TRAVIC,Anda pengunjung ke-blog counter

Untuk tampilan terbaik gunakan Mozilla Firefox


Wednesday, April 09, 2008
Kasus Jalur Oli Tertutup, Mesin Berantakan

Waspada buat yang punya motor dengan jalur pelumasan oli di dalam mesin. Jangan sampai jalur itu tertutup, sehingga oli tidak lagi melumasi part yang ada di dalam kepala silinder. Sebab, noken-as juga part lain bisa ikutan macet jika tidak terlumasi.

“Maka itu, ketika ingin memasang kepala silinder, kita harus perhatikan jalur oli di blok silinder. Jangan sampai lubang yang cuma punya diameter selubang jarum itu tertutup,” ujar Cokky, juragan JP Racing Bintaro di Jl. Cendrawasih, No. 6E-F, Tangerang.


Tertutupnya lubang ini, bisa disebabkan akibat salah pasang paking kepala silinder. Begitunya, lubang atau jalur oli jadi terhalang. Akhirnya oli yang seharusnya menyembur ke kepala silinder jadi tertahan.

“Sebenarnya enggak cuma akibat salah pasang paking. Tapi, juga harus hati-hati ketika memberikan lem paking,” wanti pria yang lagi gandrung balap skubek ini. Sebab meski pasang paking sudah benar tapi kalau lem melebar, takutnya bisa menutup lubang itu.


Ada sedikit tips nih. Setelah tahu letak jalur oli di blok silinder, oleskan sedikit lem paking di bagian itu. Begitunya, brother enggak khawatir lagi kalau lem paking bakal melebar, setelah baut kepala silinder dikencangkan.

Oh ya! Bicara soal jalur oli tertutup lem ini, seorang brother Em-Plus pernah alami hal itu. Awalnya doi enggak tahu jika lubang itu tertutup paking, juga lem. Akibatnya, klep juga rocker-arm alias pelatuk klep pun patah. Ya, karena enggak terlumasi!

Nah, itu buat jalur oli di bagian blok silinder. Ada juga lho kasus serupa yang Em-Plus temui lagi. Kasusnya, ditemui di Yamaha Jupiter. Terutama, buat yang sudah ganti paking blok kopling Jupiter pakai punya Vega.

“Memang, paking blok kopling keduanya punya sedikit kemiripan alias masih bisa dipasang satu sama lain,” ujar Songa dari Putra Zidane di Jl. H Mencong, Tangerang. Misal, punya Jupiter dipakai di Vega. Tapi buat yang pakai paking Vega untuk di Jupiter ini mesti waspada.

Menurut Songa, paking Vega bisa menutup jalur oli dari bak kopling ke blok dan kepala silinder. “Iya. Karena letak lubang oli Jupiter ini, ada di bagian crankcase dekat blok silinder. Karena jalur ini tertutup paking, akhirnya nggak ada oli yang masuk ke blok dan kepala silinder,” bilangnya.

Songa, jangan ganti O dengan I yang berarti raja hutan, punya sedikit saran ketika mau beli paking buat Yamaha Jupiter. “Jika beli paking di toko spare-parts umum, baiknya tegaskan ke penjual kalau paking ini buat di Jupiter. Bukan di Vega,” saran pria ramah ini.

Awas terutup!

SARINGAN OLI
Selain jalur oli tertutup paking atawa lem paking, pemilik Honda Tiger juga kudu waspada. Ya, soale ada beberapa kejadian yang dialami penyemplak Tiger. Mesin macet, karena oli tidak tersalurkan hingga ke kepala silinder.

“Ada sekitar 5 motor alami hal ini dan masuk ke bengkel. Penyebabnya karena saringan oli di blok kopling tertutup kotoran,” ujar Ikun dari BSMS (Bikers Motorsport) di Jl. Jagakarsa Raya, No. 19, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Karena saringan itu kotor atau tertutup kotoran, maka oli nggak dapat masuk ke dalam jalur pelumasan secara sempurna. Akhirnya kebutuhan oli yang seharusnya sanggup melumasi pelatuk klep juga noken-as, jadi berkurang.

Sumber : Tabloid Motor Plus
Reporter : Eka Budhiansyah
Fotografer : Endro Suryono, M. David Srihanoko, Eka Budhiansyah


Labels:

 
posted by TRAVIC at Wednesday, April 09, 2008 | Permalink |


1 Comments:


At Tuesday, August 15, 2017, Blogger Abigail Bukai

This comment has been removed by the author.