Google


...Hadiri Kopdar rutin TRAVIC setiap Jum'at,mulai jam 19.00 di Taman Suropati,Menteng Jakarta Pusat...&....Latihan Futsal Setiap Rabu mulai Jam 19.30-21.00 di Taman Menteng,Jakarta Pusat.....be there...be the real TRAVICERS....

Selamat datang di TRAVIC,Anda pengunjung ke-blog counter

Untuk tampilan terbaik gunakan Mozilla Firefox


Tuesday, November 27, 2007
INFO LOKASI RANJAU PAKU LOKASI YANG RAWAN RANJAU PAKU DI WILAYAH DKI JAKARTA,

Lokasi yang rawan ranjau paku di Wilayah DKI Jakarta, antara lain :

•Jakarta Barat
1.Jalan S. Parman dari RS. Harapan Kita arah lampu merah Slipi (Termasuk Fly Over Slipi).
2.Dari lampu merah Slipi ke arah Tomang.


•Jakarta Selatan
1.Fly Over Permata Hijau ke arah Pondok Indah (Depan Masjid Istiqomah).
2.Dari William Mobil ke arah lampu merah Kostrad.
3.Jalan Prof. Satrio (Dari Mal Ambassador ke arah Jalan Casablanca).
4.Terowongan Casablanca (kearah Mal Ambassador).


•Jakarta Timur
1.Jalan TB. Simatupang (Terutama dekat Fly Over Lenteng Agung dan ke arah Pasar Minggu).
2.Dari Menara Saidah ke arah perempatan Kuningan.
3.Jalan MT. Haryono (Terutama perempatan Patung Pancoran dan Fly Over Pancoran).


•Jakarta Pusat
1.jalan Gatot Subroto hingga ke perempatan lampu merah Kuningan dan arah sebaliknya.
2.Jalan Majapahit (Dari Tanah Abang menuju Harmoni).
3.Jalan Gatot Subroto dari depan Bank Mandiri sebelum polda sampai Semanggi (terutama malam hari pas besoknya libur.


Himbauan kepada para pengendara khususnya sepeda motor jika akan melintas di daerah rawan Ranjau Paku :
• Jangan melintas dikiri jalan, ambil jalur agak ke tengah, karena paku–paku biasanya disebarkan di kiri jalur jalan.
• Jangan pernah melindas barang-barang yang keliatannya sepele, semisal : bungkus rokok, koran, kantung plastik atau korek api, sebab kemungkinan didalamnya ada paku.

Sumber : Ditlantas Polda Metro Jaya

Labels:


Baca selengkapnya!  
posted by TRAVIC at Tuesday, November 27, 2007 | Permalink | 0 comments
Monday, November 26, 2007
Polling Jaket TRAVIC edisi ke II
Dear TRAVICERS,

Berdasarkan hasil kopdar tanggal 23 November 2007 kemarin,berikut kami tampilkan design-design Jaket TRAVIC edisi ke-II,untuk dapat dipilih,dan yang paling banyak dipilih akan menjadi Jaket Resmi TRAVIC.

Untuk memilih telah disediakan tempat polling yang tersedia di blog TRAVIC.
Jadi tunggu apalagi,silahkan tentukan pilihan anda.

DESIGN NO.1



DESIGN NO.2


DESIGN NO.3



Labels:


Baca selengkapnya!  
posted by TRAVIC at Monday, November 26, 2007 | Permalink | 0 comments
Saturday, November 24, 2007
Laporan Kopdar,23 November 2007

Dibawah temaram lampu Taman Suropati,Menteng - Jakarta Pusat para TRAVICERS duduk membuat formasi lingkaran.

Malam itu kopdar TRAVIC diisi dengan bahasan mengenai Jaket TRAVIC edisi ke-II dan Touring Ke Bandung dan diisi oleh diskusi langkah-langkah yang akan diambil oleh TRAVIC kedepannya.

Dan forum dibuka oleh Bro Rain Hard - TR 069 (Humas I) dan juga hadir Ketua TRAVIC yang baru,Bro Densur (TR 002) beserta wakilnya Bro Heri (TR 025) dan juga pengurus-pengurus yang lain.

Bahasan yang pertama tentunya adalah Jaket,dimana Bro Densur sudah membuat 3 macam design jaket yang nantinya akan di pilih oleh TRAVICERS,dan yang paling banyak dipilih nantinya akan menjadi Jaket TRAVIC edisi ke II.
Dan pollingnya sudah bisa dilakukan melalui Blog TRAVIC.

Kemudian dilanjutkan dengan topik mengenai touring ke Bandung,yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 1 - 2 Desember 2007 yang akan datang.

Dan topik lain yang dibahas dan tak kalah pentingnya adalah mengenai akan dimulainya iuran keanggotaan yang rencananya akan dimulai pada awal tahun 2008 dengan besarnya iuran sebesar Rp.10.000,- setiap bulannya dengan system pembayaran yang flexsibel tentunya.Dimana nantinya dari iuran-iuran tersebutlah yang akan menjadi tulang punggung dana operasional TRAVIC.


Pada malam kopdar kemarin juga dihadiri oleh TRAVICERS dari luar Jakarta,Bro Ozzy (TR 010) dan Sis Shanty (TR 012)yang jauh-jauh datang dari Tangerang,Bro Eqy (TR 042) dari Airport Soekarno-Hatta.
Juga terima kasih buat Sis Yenny (TR 050) yang juga hadir membawa oleh-oleh makanan dari Lombok.

Dan buat TRAVICERS yang tidak hadir atau mungkin jarang hadir atau bahkan belum pernah hadir sama sekali disetiap Kopdar Resmi TRAVIC,kami mohon kesediaan untuk dapat hadir.

Karena mulai kedepannya kami akan melakukan evaluasi bagi TRAVICERS yang jarang hadir atau yang tidak pernah hadir disetiap kopdar TRAVIC,apakah anda masih layak sebagai seorang TRAVICERS.
Dan ini terpaksa kami ambil untuk menjaga stabilitas di tubuh TRAVIC itu sendiri.
Karena kami ingin nantinya TRAVIC menjadi sebuah komunitas yang solid baik diantara komunitas dunia pariwisata maupun di dunia bikers.

Be there be the real TRAVICERS........

Labels:


Baca selengkapnya!  
posted by TRAVIC at Saturday, November 24, 2007 | Permalink | 0 comments
Thursday, November 22, 2007
Kemanakah Baksos TRAVIC Berikutnya?

Dear TRAVICERS,

Masih ingatkah kalian dengan foto diatas??

Bagi yang sudah lupa atau mungkin tidak ikut ambil bagian pada saat itu,saya cuma ingin mengingatkan saja,itu adalah Baksos TRAVIC yang terakhir di saat mengunjungi korban banjir yang mengungsi di Lapangan Bola jend Urip - Jati Negara.

Sore itu Sabtu,17 Februari 2007 berangkat dari Tamsur kurang lebih jam 16.00 menuju lokasi pengungsian.
Walaupun ditengah jalan sebelum tiba dilokasi,tepatnya masih di Jl.Matraman Raya diguyur hujan yang cukup lebat tapi tak menyurutkan semangat TRAVICERS untuk tetap melanjutkan perjalanan.

Dengan dikawal oleh 2 Mobil (Bro Pino dan Bro Herawan)yang membawa barang-barang bantuan yang sebagian besar berupa pakaian dan sembako hasil dari sumbangan teman-teman dan ada juga sumbangan dari Qantas Airways (tks,ya Ibu Suri...) dan dari Valu Air (tks,ya Ibu Lita).

Itu cuma sekilas info saya tentang Baksos yang terakhir.
Kalo untuk artikel lengkapnya silahkan cari Buletin Asita Bulan Maret 2007 (kalo gak salah...Tks,ya buat Mas Yoeyoe dari ASITA DKI)

Sekarang sudah hampir satu tahun berlalu dikarenakan kesibukan dan waktu yang belum tepat,TRAVIC belum lagi merencanakan akan kemana baksos kita berikutnya.

Mungkin TRAVICERS punya ide atau usul kemana baksos TRAVIC berikutnya?





Labels:


Baca selengkapnya!  
posted by TRAVIC at Thursday, November 22, 2007 | Permalink | 1 comments
Wednesday, November 21, 2007
Touring To Bandung.....Again....

Setelah pertengahan November kemarin TRAVIC baru saja mengadakan Touring Halal Bihalal,Kali ini TRAVIC kembali akan mengadakan Touring kembali.

Bandung akan kembali menjadi tujuan dari touring nanti,setelah tahun yang lalu TRAVIC juga pernah mengadakan touring ke sana.

Jadi buat TRAVICERS yang pada saat touring-touring yang sebelumnya tidak bisa ikutan,diharapkan touring kali ini bisa ambil bagian.
Agar bisa memumupuk rasa persaudaraan dan kekeluargaan antara sesama TRAVICERS lebih erat lagi tentunya.

Berikut Rencana Touring Ke Bandung :

Tanggal : 1 - 2 Desember 2007

Starting Point : Taman Suropati

Departure Time : Sabtu,1 Desember 2007 Jam 16.00 W.I.B

Rute : Taman Surapati - Kuningan - LA - Jayanti - Cisarua - Puncak
- Cipanas - Cianjur - Bandung.

PIC : Bro Densur (TR 002) - 081382230292 /Ketua TRAVIC

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Touring ke Bandung ini,dimohon untuk hadir di kopdar resmi TRAVIC setiap Jum'at malam mulai jam 19.00 W.I.B di Taman Suropati,menteng - Jakarta Pusat.

Ok TRAVICERS ditunggu partisipasi dalam touring tersebut dan kehadirannya di setiap kopdar resmi.

Be there be the real TRAVICERS.....

Labels:


Baca selengkapnya!  
posted by TRAVIC at Wednesday, November 21, 2007 | Permalink | 0 comments
Monday, November 19, 2007
Servis Musim Hujan Lebih Teliti Teliti Lebih

Saatnya nggak lagi melakoni cara biasa. Terutama ketika motor sudah masuk jadwal servis. Itu karena kondisi cuaca dan jalan sudah nggak normal lagi. Hujan dan macet sudah jadi teman yang enggak bisa diusir begitu aja. Belum lagi debu alias partikel udara yang kotor. Intinya harus lebih teliti dan teliti lebih macama Em-Plus yang Lebih Tahu dan Tahu Lebih.

Makanya, pedoman poin servis paling utama wajib dilakukan. Lebih wajib lagi beberapa komponen juga mesti ekstra dipantau. “Paling utama komponen yang menyangkut keselamatan (safety part). Apalagi, ada gejala yang nggak normal setelah lama diguyur hujan,” beber Sarwono Edhi, Technical Service Training Manager, PT Astra Honda Motor (AHM), Jakarta.


Untuk safety part, baiknya jangan sampai menunggu muncul gejala dulu baru ada tindakan. Seperti kampas rem depan-belakang dan gir depan-belakang. Bisa aja karena lama kena guyur hujan, motor nyelonong begitu diajak ngerem mendadak. Jangan sampai, deh!

Jika dibiarkan berlarut. Terlebih jika hujan kembali mengguyur saat motor jalan dan terjebak macet. Akibatnya, makin banyak air merembes ke peranti ciet. Kejadian begini bisa bikin rem benar-benar ngelos.


Kalau nggak ati-ati dan sadar diri, kaget akibat rem ngelos malah bisa jadi petaka. Motor dan pengendara bisa tersungkur bareng! “Debu atau air sudah mulai merembes tentunya harus segera dibersihkan,” beber Hartono, Claim Service Manager PT Indomobil Suzuki International, Tambun, Bekasi.

Cara sederhana bisa dilakukan untuk membersihkan kampas dari endapan uap air. Paling cepat dan mudah, cukup bersihkan pakai bantuan angin kompresor. Jangan kelamaan supaya uap air dari angin yang dikeluarkan kompresor nggak bikin endapan baru lagi.

Selain dibersihkan, bisa juga membuat sayatan model ketupat di kampas rem. Ini cara lama yang paling efektif untuk mengaliri tetesan air ketika membasahi komponen pengereman. Diharapkan waktu ada rembesan ke brake pad, bisa langsung terbuang lewat got yang dibikin seperti sayatan ketupat.

Itu bagian yang penting untuk keselamatan. Ada juga yang mesti dibersihkan demi menjaga kondisi komponen. Seperti rantai, air hujan yang menempel mesti disikat dan menggunakan air bersih. Terus disemprot pakai chain lube. Supaya rantai enggak berkarat dan tidak mudah aus karena bergesekan dengan gir.

Tengok juga gir depan yang juga jangan sampai luput dari pantauan. Sproket bisa cepat berkarat karena kondisi tertutup dan keseringan tersiram hujan. Cek, bersihkan pakai sikat, dan semprot mengunkan cairan seperti WD40.

Sekarang giliran mencermati komponen yang bakal bermasalah dalam jangka waktu lama. Dibiarkan bisa merembet ke bagian lain. Seperti filter udara. “Meski terlindungi, embun air dari hujan bisa menyusup ke celah boks filter yang rapat. Efeknya bisa merembet ke karburator,” beber Hartono lagi.

Berarti, jangan lupa minta dibersihkan juga filter. Termasuk karburator kudu dicek dari skep sampai nosel. Lubang nosel pun mesti diintip. Siapa tahu ada endapan kotoran akibat filter yang dibiarkan lama kena uap air.


Terakhir kondisi kepala busi, busi dan koil yang juga mesti diteliti. Khusus buat kepala busi bersihkan dengan lap kering. Jangan sampai masih ada air meski hanya sedikit. Seperti kejadian di Suzuki Satria F-150. Karena ada celah sedikit yang nggak terlindungi saat busi terpasang. Air bisa menyusup masuk. Kelamaan bikin busi selalu basah. Akhirnya nggak bisa nyala cepat.


Sumber : Tabloid Motor Plus
Reporter : Niko Fiandri
Fotografer : Gusti Bambang I.J., < Dokumentasi >


Labels:


Baca selengkapnya!  
posted by TRAVIC at Monday, November 19, 2007 | Permalink | 0 comments
STNK Door To Door

Ruwetnya lalu lintas Jakarta yang berakibat macet, jadi pertimbangan Samsat Polda Metro Jakarta mengadakan aksi jemput bola dalam pengurusan STNK.

Polda bekerjasama dengan Pemda DKI Jakarta bakal meluncurkan program baru pembayaran pajak kendaraan bermotor dengan sistem door to door. Pelaksanaannya bakal melibatkan petugas dari kelurahan yang disebut Polisi Masyarakat (Polmas). Untuk pilot project, dipilih 10 kelurahan di Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Depok.Yaitu :

Pondok Pinang (Jaksel)
Menteng (Jakpus)
Cengkareng (Jakbar)
Pulogebang (Jaktim)
Bugel (Tangerang)
Jelupang (Serpong)
Pekayon Jaya (Bekasi)
Cibatu (Lemahabang)
Mekarjaya (Depok).

“Sebagai awalan, Samsat akan mengadakan penyuluhan termasuk sosialisasi dulu kepada masyarakat melalui Polmas,” terang AKP Ojo Ruslani, Kasubsi STNK Polda Metro Jaya.

Polda menyediakan 50 motor untuk jemput bola. “Program ini rencananya bakal dilaunching akhir November oleh Kapolda dan Gubernur DKI,” lanjut Hasbi.

Sumber : Tabloid Motor Plus
Tining Syamsuriah

Labels:


Baca selengkapnya!  
posted by TRAVIC at Monday, November 19, 2007 | Permalink | 0 comments
Saturday, November 17, 2007
Sikap Arogan Satpam Rumah Dubes AS

Saya dan beberapa teman-teman yang tergabung di TRAVIC (Travel Agent Bikers Community) pada Jum'at malam tanggal 16 November 2007 kemarin,mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dan sikap arogan yang di lakukan oleh 2 (dua) orang petugas keamanan rumah duta besar Amerika Serikat di dekat Taman Suropati,Menteng - Jakarta Pusat.

Pada malam itu dimana kami seperti biasanya mengadakan Kopdar (kopi darat) rutin setiap Jum'at malam yang rutin kami lakukan sejak 1 (satu) tahun yang lalu di Taman Suropati yang kebetulan hanya berseberangan dengan rumah dubes Amerika Serikat.

Tiba-tiba kami dihampiri oleh 2 (dua) orang petugas keamanan yang mengaku dari rumah dubes Amerika Serikat menyanyakan kepada kami."Apakah ada yang memotret???
Kemudian meminta KTP saya untuk difoto dan dicatat serta meminta no HP saya.
Dan tidak hanya sampai disitu saja,meraka juga mengambil foto banner TRAVIC yang terpasang di Taman Suropati.

Dan beberapa saat kemudian HP saya berdiring,setelah saya angkat ternyata yang menelpon adalah dari petugas keamanan rumas dubes Amerika Serikat,dengan alasan mereka mau cek saja.

Atas peristiwa tersebut saya pribadi dan atas nama TRAVIC (Travel Agent Bikers Community) merasa tindakan yang dilakukan oleh satpam tersebut melanggar hak-hak kami sebagai warga negara Indonesia,dimana kami berhak untuk berkumpul dimanapun kami mau selama itu masih ditempat umum dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum.
Dimana Taman Suropati adalah tempat umum dan bukan daerah otoritas kedutaan besar Amerika Serikat.
Dan kami juga merasa tidak merasa mengganggu kegiatan yang ada didalam rumah dubes ,karena rumah dubes tersebut berada di seberang jalan dan dipagari oleh pagar yang tinggi dan tertutup.

Yang menjadi pertanyaan saya apakah seorang satpam perumahan seperti satpam rumah Dubes AS,berhak mengintimidasi kami seenaknya,sedangkan petugas Kepolisian saja lebih berhak dan kebetulan juga mempunyai Pos Jaga di dalam Taman Suropati tidak pernah sekalipun kami ditanyai apa-apa selama kami rutin melakukan kegiatan kopdar di Taman Suropati.

Arya Pranata (TR 016)
TRAVIC (Travel Agent Bikers Community)


Labels:


Baca selengkapnya!  
posted by TRAVIC at Saturday, November 17, 2007 | Permalink | 1 comments
TRAVIC Punya Ketua Baru.

Kopdar TRAVIC kali ini ada nuansa berbeda dari biasanya.Dengan berakhirnya masa kepengurusan TRAVIC yang pertama dibawah pimpinan Bro Agus Priyanto atau yang biasa di panggil Bro Pino (TR 004) dari Kana Wisata,pada Jum'at malam tanggal 16 November 2007 kemarin diadakan pemilihan ketua TRAVIC untuk masa jabatan 2007 - 2009.

Pemilihan diadakan di markas TRAVIC di Taman Suropati,Menteng-Jakarta Pusat,yang dipimpin oleh Bro Herawan,dengan mengajukan 2 kandidat,yaitu Bro Denny Suryadi (TR 002)dari Panen Tours dan Bro Heri Adrianto (TR 025) dari Elsa Holidays.

Dibuka oleh sambutan dan pertanggung jawaban dari Bro Pino sebagai ketua TRAVIC periode 2006 - 2007 dan langsung dilanjutkan dengan voting dan langsung pada perhitungan suara yang akhirnya memutuskan bahwa Bro Densur adalah sebagai Ketua TRAVIC yang baru periode 2007 - 2009 yang didampingi oleh Bro Herri sebagai wakilnya.

Dan setelah terpilih sebagai ketua TRAVIC yang baru Bro Densur dinobatkan untuk menyampaikan visi dan misi kedepan untuk membawa TRAVIC lebih baik dan lebih solid lagi dari sekarang ini.
Selain menyampaikan visi dan misinya,Bro Densur juga mengajak untuk seluruh TRAVICERS saling bersatu dan bekerjasama untuk bersama-sama membuat TRAVIC lebih baik lagi.
Dan tak lupa dia mengucapkan terima kasih karena telah dipercaya untuk memimpin TRAVIC hingga 2 tahun mendatang,dan juga menyampaikan terima kasih kepada para pengurus sebelumnya yang telah merints berdirinya TRAVIC hingga hari ini masih tetap ada.

Dalam waktu yang sama juga dibacakan juga jajaran pengurus yang akan membantu menjalankan segala macam kegiatan dan organisasi TRAVIC,seperti bendahara,sekretaris dan ada satu lagi tambahan dikepengurasan yang baru adalah Dewan Tata Tertib (Detatib) yang akan bertugas sebagai lembaga yang akan mengawasi dan memberi masukan,kritik ataupun saran kepada seluruh TRAVICERS,jika ada yang melanggar tata tertib TRAVIC ataupun hukum yang berlaku.

Dan tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Bro Pino dan jajarannya yang telah membawa TRAVIC dari awal berdiri hingga saat ini telah banyak membuat perubahan yang berarti bagi perkembangan dan kemajuan TRAVIC saat ini,walaupun sudah tidak menjabat lagi sebagai ketua,kami tetap menunggu ide,kritik,serta saran-saran anda demi kemajuan TRAVIC tentunya.

Sekali lagi selamat buat Bro Densur beserta dengan pengurus yang baru terpilih agar dapat bertugas dengan sebaik-baiknya dan diharapkan juga dukungan serta partisipasi dari seluruh TRAVICERS bersama-sama mari kita bangun TRAVIC menjadi lebih baik dan lebih solid.

Be there be the real TRAVICERS.....

Labels:


Baca selengkapnya!  
posted by TRAVIC at Saturday, November 17, 2007 | Permalink | 0 comments
Tuesday, November 13, 2007
Laporan Touring Halal Bihalal,10 - 11 November 2007

Selamat siang & salam kompak TRAVIC-ers,

Sudah lama saya tidak menulis artikel mengenai kegiatan-kegiatan di komunitas kita ini. Hmm... ... mungkin terhitung sejak touring terakhir TRAVIC ke ciBatok, Parung Bogor yang kira-kira diadakan pada penghujung tahun 2006 lalu..wah wah.....lumayan lama juga ya... ?

Hokeh...tak apa, penulis hanya ingin melepas kangen serta bersilaturahmi dan ingin berbagi pengalaman melalui susunan huruf dan kata yang mungkin dapat mengambarkan suasana, keadaan dan atmosphere yang terjadi selama perjalanan Touring halal-bihalal TRAVIC yang diadakan pada tanggal 10-11NOV2007 yang lalu.

TOURING HALAL-BIHALAL TRAVIC 10-11 Nov 07 : The Story

Dengan menyebut dan memanjatkan nama Tuhan YME, ijin kan saya untuk memberikan laporan kegiatan Touring TRAVIC Halal-Bihalal, yang diadakan beberapa hari yang lalu, sesuai Tema Touring kita, yakni : TOURING HALAL-BIHALAL TRAVIC 10-11 Nov 07, maka inti dan isi dari Touring TRAVIC kali ini tidak lepas dari mempererat tali silahturahmi antar sesama member dan memperkuat tali persahabatan yang selama ini sudah terjalin lebih dari satu tahun semenjak di ikrar-kannya Komunitas TRAVIC, sesuai dengan arti harafiah dari kata HALAL-BIHALAL itu sendiri.

Jakarta, Sabtu 10 Nov 2007

Pagi hari yang mendung, secerca cahaya sang surya menyelinap masuk memalui celah-celah jendela kamar...pagi itu sayu-sayu terdengar suara lagu kebangsaan dan kepahlawanan dari media radio dan televisi...yups. ...10 NOV adalah hari Pahlawan Nasional, sejenak saya menyempatkan untuk mengheningkan cipta dan berdoa bagi para Pahlawan yang gugur di Medan perang dan para Pahlawan yang/sedang memperjuangan Kemerdekaan negeri kita ini.....MERDEKA! !!!...

Sayur bening sayur sop.
Balik maning nang Lap...top.
Siang itu saya masih berkutik di kantor dibelakang layar komputer mengerjakan tugas dan kewajiban sebagai ticketing, sambil bertukar informasi dan menanyakan kabar serta persiapan-persiapan last minute melalui dunia maya YM (Yahoo Messenger) dapat terlihat jelas bahwa para peserta dan petugas touring kali ini sudah siap secara Fisik, Mental dan Modal...he.. he..

Tidak terasa jam menunjukan waktu 12.45 WIB, sembari menunggu Boncenger tercinta dengan santai dan tenang saya membereskan semua pekerjaan, file dan semua berkas-berkas job desk di kantor.

Pukul 14:38, dengan mengendarai siBongsor, saya dan Istri tercinta sebagai Boncenger tiba di Taman Suropati (TamSur), Menteng Jakarta Pusat yang merupakan Rendevouz (tempat pertemuan) I, keberangkatan dijadwalkan tepat pada pukul 15:00 Waktu tamsur. Dapat terlihat beberapa motor peserta yang diparkir dan para peserta baik bikers maupun para boncengers saling bercengkrama dan beramah tamah antara satu dengan yang lainnya, diataranya ada Bro Heri & Bro Timo yang sibuk men-Screen-ing semua kendaraan (mulai dari kendaraan hingga bikers & boncengernya) baik petugas maupun peserta Touring, ini memang sudah standard prosedur yang harus dilalui sebelum peserta mengkuti perjalanan touring, demi kesalamatan dan kenyamanan serta keamanan kita bersama Bro....betul begituh??.

Dengan tatapan serius dan di bumbui candaan-candaan segar, para peserta mendengarkan dengan seksama semua briefing secara lengkap mulai dari operasional Touring, Rute yang akan di lewati hingga susunan acara yang diberikan oleh Bro Heri selaku PIC Touring TRAVIC kali ini, satu hal yang tidak ketinggalan yaitu sesi pengambilan momment untuk foto-foto pasti semuanya tersenyum. Cheers.....JPREET! !


Waktu TamSur menunjukan pukul 15:05, PIC baru saja menerima kabar via Phone Call bahwa salah satu peserta touring yakni, Bro Chris motornya bermasalah dan tidak dapat menungangi motor kesayanganya sehingga harus merubah statusnya dari Biker menjadi Boncenger, tapi tak apa Bro...masih banyak seat available kok' yg penting kebersamaannya. ..yah toh??. oh iyah, dengan absennya motor Bro Chris, maka otomatis Bro Erry (yang saat ini masih menunggu Akte Lahir Scorpio merahnya) gagal menjadi boncenger Chris, *ya eya lah...secara gituh loh....xi..xi. .xi..xi. Tapi jangan takut Bro...ngga bakalan di tinggal or di cuekin kok' apalagih ampe diusir...seperti tadi yang saya tulis, masih banyak seat availble so'..silahkan pilih dan tunjuk ajah deh motor yang mau di tumpangi...okeh? ? Rock & Roll beibeh.....Berangka t...

Merupakan target dari para Panitia (yang terdiri dari Bro Heri, Bro Giat & Sis Septe) bahwa touring kali ini minimum harus diikuti oleh 20 orang peserta, maka pada hari H-nya seluruh peserta touring halal-bihalal kali ini tepat berjumlah 20 orang, dengan pembagian 12 motor dan 4 diantaranya membawa boncenger (termasuk saya), dimana 2 motor lainnya, yakni Bro Herawan yang kerap kali disapa Wak haji serta Bro Renat akan berangkat dari Titik pertemuan II yakni Pom Bensin Pertamina setelah RS. Hermina, Depok.

Setelah di tutup dengan doa oleh PIC, semua peserta touring bersiap-siap melakukan perjalanan menuju Vila Annisa di Cisarua Bogor. Rencana keberangkatan agak tertunda alias delay beberapa menit, yaitu tepatnya pada pukul 15:45 rombongan meninggalkan TamSur yang di sertai oleh kilatan-kilatan Blitz dari kamera Bro Arya, sayang sekali Bro kita yang satu ini tidak dapat ikut serta memeriahkan acara touring kali ini, It's OK, ngga apa-apa, teu kunaon-nuaon yang tak kalah penting adalah doa serta motivasi secara moral yang diberikan kepada para peserta agar selamat sampai tujuan, seperti halnya seluruh member TRAVIC yang tidak henti-hentinya mendoakan keselamatan seluruh peserta touring halal-bihalal ini.


Rute yang akan di tempuh oleh rombongan adalah : Tamsur-Pancoran- Pasar Minggu-Lenteng Agung-Depok( stop titik point II)-Kampung Tengah-Cibinong- Bukit Sentul-ciPayung- ciSarua. Dengan jarak tempuh +- 80Km.one way.

Kondisi jalanan Jakarta sore itu seperti hari-hari Sabtu lainnya yakni RamLan alias rame lancar hingga rombongan memasuki daerah Pasar Minggu, keadaan lalu lintas agak tersenda-sendat, Road Captain serta rombongan dipaksa untuk memelintir gas motor hanya sampai kecepatan antara 40-50Km/jam, sepanjang perjalanan menuju daerah selatan Jakarta dapat terlihat awan hitam menggumpal nun jauh disana, pertanda bahwa daerah Depok & Bogor sudah di guyur hujan tapi itu tidak menyurutkan semangat dan antusiasme para rombongan..* halah apah coba???

Memakan waktu cukup lama (dari biasanya; karena keadaan lalu-lintas Jakarta yang tidak sepi seperti hari-hari Sabtu lainnya) dikala rombongan memasuki daerah Lenteng Agung, tetesan air hujan sudah mulai menyapa yang semakin lama semakin deras. maka Road Captain memberikan sinyal agar rombongan berhenti sejenak untuk mengenakan jas hujan....nah. ..ada satu hal yang lain dari yang lain alias tidak lazim, yakni Bro Giat (act.as Sweeper) bukannya mengenakan Jas anti hujannya, justru malah melepas Jaket yang dikenakannya hingga hanya memakai kaos hitam dengan Rompi ala SWAT ciri khas miliknya..ck. .ck..ck.. ngga takut masuk angin apa Bro..??? or sengaja niatnya masuk angin, supaya Istrinya bisa mijetin dengan mesra??....he. .he...jawabanya hanyalah ada pada diri Bro Giat sendiri beserta Tuhan yang tau.

Lanjut.. .. ..pukul 16:40 rupanya hujan deras yang disertai angin kencang puting beliung mulai menyapu daerah selatan Jakarta yang menyebabkan kemacetan ruarrr biasa...!!! Mungkin Angin Puting beliung dapat merobohkan pohon-pohon besar, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat, niat serta kemauan dan dorongan para peserta untuk terus melanjutkan perjalanan.. . T O P deh semangat para TRAVICers ini. Tanpa kompromi angin puting beliung meniup dengan kencangnnya datang dari arah Selatan menuju Utara, dari barat ke Timur hingga sebaliknya dan kebalikannya bolak balik...*binun kan?? namanya juga angin, mana bisa di prediksi arahnya dari mana...betul tidak??.

Beberapa meter sebelum memasuki kota Depok,kemacetan lalu lintas sepanjang jalan Lenteng Agung sampai dengan Margonda Depok tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata hingga memakan waktu hampir lebih dari 3Jam..!!! yang menyebabkan rombongan terputus dan berpencar , tetapi dengan Inisiatif dan Insting sebagai The Real TRAVICers, sesuai briefing sebelumnya seluruh peserta touring berkumpul di titik pertemuan II, yakni Pom Bensin Pertamina sebelah RS.Hermina, Depok yang mana sudah menunggu Bro Renat dan Bro Herawan alias Wak haji. Pukul 18:30 (WOW!!! waktu perjalanan yang sangat lama untuk sebuah rute dari Tamsur hingga Depok) seluruh rombongan mulai berkumpul satu persatu di titik pertemuan II, nampaknya hujan tidak menunjukan tanda-tanda akan menghentikan curahan airnya, sebelum melanjutkan perjalanan, seluruh rombongan setuju untuk bersantai dahulu sejenak sekedar melepas lelah dan penat sekaligus mengisi perut yang dingin serta kosong, maka satu persatu dari kami pun memesan masakan khas Indonesia yang luar biasa nikmatnya, diantaranya yaitu : Pecel Ayam, Pecel Lele, Nasi rames Padang, Mie ayam dan beberapa gorengan-gorengan kecil yang hangat,kenyal dan menggemaskan (maksutnya?? ??)...Ma' Nyos!! ..wuah nikmat rasanya...Yiu mari..!!!


Pukul 19:15, rombongan sudah mulai bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan yang sebelumnya di dokumentasikan oleh beberapa kamera yang dibawa para peserta Touring alias poto-poto (lagih???... ..sok lah poto sayah) dengan ditemani rintik air hujan di malam minggu, perjalanan menuju Bogor via Kampung tengah ini tidak bisa mencapai kecepatan maksimal, rombongan hanya berkutat di kecepatan antara 40 s/d 50Km/Jam bagaimana tidak, selain gelap dan berkelok-kelok hujan pun semakin membuat permukaan aspal menjadi tambah licin,tapi itu tidak seberapa dibandingkan keadaan dimana rombongan memasuki daerah Wisata Gunung Geulis.

Tepatnya di padang golf Jayanti, Bogor terlihat dengan jelas bahwa permukaan jalan sudah mulai mengering dan sedikit berkerikil, namun dikala rombongan mulai merayap naik di daerah Padang Golf Jayanti, kabut pun mulai menyelimuti kami secara perlahan namun pasti hingga tanpa kami sadari jarak pandang hanya mampu melihat antara 5-7 M, disekeliling kami yang ada hanyalah kepulan kabut yang dingin dan sejuk, bagaikan berkendara menuju negri Kahyangan mungkin.. lampu-lampu kota bogor yang seharusnya menjadi pemandangan indah dikala itu sirna sudah ditelan kabut....... ..wow!!!.....tebel baaaaanget..namun itu bukanlah suatu hambatan berarti bagi para peserta Touring, dengan penuh percaya diri rombongan melanjutkan perjalanan dengan kecepatan konstan di 20Km/jam (ngga berani kebut Cuy...ngga keliatan apa-apa).

Beberapa menit kemudian, kabut mulai enggan menunjukan eksistensinya di sekeliling kami tetapi bukan hanya itu pengalaman yang kami alami menuju Vila Annisa, ciSarua Bogor, karena beberapa meter didepan, tepatnya setelah keluar dari kawasan Padang Golf Jayanti dan memasuki kawasan wisata Gunung Geulis, kabut memang sudah mulai sirna namun apa yang ada dihadapan kami memaksa kami untuk lebih ber konsentrasi lebih keras lagih, karena permukaan aspal yang tertutupi tanah merah (karena sedikit longsoran), membuat ban motor kami agak-agak sedikit goyang inul, alias goal-geol layaknya penari Dangdut...amat sangat licin, Bro!!!...bahkan Bro Prio sempat terjerembab (ngga apa2 kan Bro ?? yang namanya motor baru, setidaknya musti nyobain tiduran di aspal dulu kan...he..he. .Just kidding Bro). Selain permukan aspal yang licin, medan yang harus kami lewati lumayan menantang dimana kami harus menanjak, menurun, berkelak-kelok, dan beberapa diantaranya tikungan tajam, ditambah lagi lampu peneranganan jalan yang sangat minim, karuan saja rombongan merasa sedikit ketakutan bercampur aduk dengan sedikit tertarik dan senang, karena tidak setiap harinya kami sebagai warga Jakarta bisa menikmati pengalaman berkendara seperti ini.

Tepat pukul 20.30 Rombongan sampai juga di tempat tujuan, yakni Vila Annisa yang bertempat di ciSarua, Bogor. Setelah sebelumnya melalui kota ciPayung yang relatif lancar dan tidak menemui hambatan apapun. Setelah memarkirkan siBongsor beserta motor-motor yang lain, saya pun mulai melakukan city tour di Vila yang sebelumnya sudah di survey oleh rekan-rekan TRAVIC, ternyata selain memliki 3 kamar tidur, disediakan juga kamar mandi di masing2 kamar, lalu ada juga ruangan keluarga yang menjadi satu ruangan dengan dapur dan meja makan, selain halaman parkir yang luas ternyata vila ini juga memiliki
kolam renang yang berada di teras...wuah. ..cocok nih...besok pagi pasti kita berenang.... ....BYURRR! !!!...... tiba-tiba saja ada suatu mahkluk yang tercebur dan muncul secara perlahan dari dasar kolam renang.....wuah. ..ternyata Bro Erry toh.....waduh. .udah ngga sabar yah Bro?? tapi kok renangnya cuma pake CD??? "Rock and Rolll ajah, Bro.." bgitulah kira-kira jawaban singkat dari Bro yang memiliki potongan rambut yang plontos ini. Melihat aksi Bro kita yang satu ini, lantas saja membuat rekan-rekan yang lain menjadi terhibur dan berkali-kali saya di suruh dan paksa dengan penuh kelembutan dan kasih sayang oleh Istri tercinta untuk ikutan berenang, "tapi kan ini udah malem, Sayang????.. .nanti malahan sakit, kalo Bung Sur nya sakit, siBongsor kumaha atuh Neng Geulis??" itulah alesan yg saya berikan agar menenangkan kemauan istri cantik ku.


Tidak hanya itu, Aksi Sulap dari Bro Agus yg akrab disapa Om Helmy ini juga membuat yang lain cukup terkesan dan terkesima, selain dapat membaca pikiran dengan permainan kartunya, dia juga bisa menghilangkan beberapa benda di tangannya..hmm. .? coba bisa menghilangkan Short Collect yah Bro, pasti banyak yg mau berguru tuh, dijamin deh.

Lantunan musik slow rock yang berasal dari sound system Vario Bro Ray, membuat suasana malam semakin santai dan akrab dengan ditemani secangkir Kopi manis hangat, dan Sekoteng serta beberapa cemilan-cemilan membuat malam minggu ini begitu nikmat untuk di hayati ada juga beberapa senda gurau dari teman-teman yang astik main kartu dan candaan-candaan segar seakan-akan dapat menyihir rasa lelah dan kantuk yang dari tadi mengiringi perjalanan kami. Malam pun kian larut dan udara dingin terasa menusuk persendian, saatnya menutup hari yang lelah ini dengan tidur dan memejamkan mata sejenak, karena besok pagi masih ada beberapa agenda yang harus di jalani. Selamat malam...


Bogor, Minggu 11 Nov 2007

Hari Minggu yang sejuk dingin sekaligus cerah, sejenak saya melirik jam tangan yang menunjukan pukul 05.15 saya pun memulai pagi ini dengan senyuman manis dari sang Istri yang sudah terlebih dahulu bangun, setelah melihat sekeliling saya, ada ada saja memang kelakuan manusia iseng...bayangkan saja, pemirsa...orang lain lagi asyik-asyik tidur dibangunkan dengan menggunakan terompet keras di kuping nya..ck..ck. ck..sabar. .sabar..tidak hanya itu, jika tidak bangun juga, maka giliran kosmetik yang berbicara... .pipi yang mulus menjadi bahan bulan-bulanan tak hanya di gambar titik-titik hitam, tetapi juga garis-garis lurus yang menyerupai kumis digambar dipipi orang lain......waduh. ..aya-aya wae Jang...

Pukul 06.00 Matahari mulai menunjukan keperkasaannya menerangin Bumi dari ufuk timur, terlihat beberapa dari kami sibuk menjemur beberapa peralatan maupun pakaian yang masih basah terkena guyuran hujan kemarin, sebagian lagi sibuk menyiapkan sarapan pagi dan sebagian besar dari peserta langsung menceburkan diri nyemplung ke kolam renang yang lumayan cukup dalam +-2.5 M dengan penuh canda-tawa dan di iringi lantunan musik Disco, R&B dan House music dari Sound system Vario nya Bro Ray, membuat suasana pagi cerah ini semakin riang gembira, tidak hanya kami yang berenang dan bersantai tapi setelahnya pun kami membersihkan dan mencuci motor kesayangan kami yang sudah mengantarkan kami ke vila Anisa, acara cuci-mencuci inih di awalai oleh Bro Nana yang dengan semangatnya membersihkan tungganngannya, tak luput pula sesi ini di abadikan dengan beberapa sorotan dari kamera dan beberapa handphone, jangan lupa di bagi-bagi and di posting yah kawan, supaya teman2 TRAVIC yang lain bisa melihat dan menikmati suasana yang kita lihat, rasakan dan alami di vila Anisa.

Beberapa saat setelah relaxasi di kolam renang, saatnya kami menikmati sarapan nasi goreng baso sosis yang sudah disiapkan terlebih dahulu. Sunguh nikmat memang...hati riang, pikiran tenang, badan santai perut kenyang....maka kami pun siap mengadakan acara inti dari Touring kali ini, yakni pembagian ID card dan membahas kegiatan, agenda serta beberapa hal yang menyangkut TRAVIC yang dipimpin langsung oleh PIC Touring, yakni Bro Heri.

Setelah melewati sesi yang cukup menguras pikiran, karena debat terbuka yang diselingin humor-humor segar dan perkenalan dari beberapa (calon) member baru, Pertemuan atau yang bahasa sundanya biasa di sebut "meeting" ditutup oleh doa dan sedikit briefing dari Road Captain mengenai rute perjalanan pulang.


Kami pun kembali di suguhi hidangan khas jawa barat, dengan menu sayur asem, ayam goreng sambal terasi dan goreng tempa...hmm.....ENNYAK. ..!!!

Waktu menunjukan pukul 13.00, para peserta sudah mulai merapihkan dan membereskan semua barang bawaan dan terlihat beberapa rekan membersihkan dan dan merapihkan vila, rajin-rajin yah kawan TRAVIC??. setelah selesai foto-foto (kok banyak banget yah sesi foto-foto nya???) kami pun memulai perjalanan pulang tepat pada pukul 13.30 local time dengan rute : ciSarua-Bogor- ciBinong- Kampung Tengah-Depok. Dengan melewati sedikit kemacetan lalu lintas sepanjang jalan ciSarua rombongan berjalan agak sedikit terhambat tetapi tidak begitu padat setelah memasuki daerah Tajur,kondisi lalu lintas relatif lancar ditambah lagi sebelumnya rombongan sempat mengisi Bensin di Pom Bensin Pertamina daerah ciPayung, maka dengan keadaan itu kecepatan konstan pun bisa diraih, beberapa kali kami berpapasan dengan club-club motor lain.

Di dekat terminal Baranang Siang, Bogor kami berhenti sejenak karena salah satu dari boncenger kami harus pindah transportasi dari motor ke mobil, tak lain dan tak bukan yaitu Neng Euis yang ternyata memiliki handaytolan di daerah Bogor.

Di pertigaan Parung-Bogor- ciBinong, terdengar klakson dan lambaian tangan dari Bro Renat yang menandakan bahwa beliau memisahkan diri dari rombongan menuju ke arah Parung..C U Bro...nice riding with U. karena keadaan lalu lintas yang lancar dan kosong maka rombongan berani menancap gas hingga kecepatan 60Km/jam, bahkan terkadang beberapa kali speedometer siBongsor menunjukan angka pada kecepatan 80Km/jam, dengan melalui rute yang sama di Kampung Tengah, para peserta tidak mengalami hal-hal yang pada malam sebelumnya terjadi. Permukaan aspal lebih kering dan keadaan masih siang, maka kecepatan konstanpun tetap dipertahankan, jalanan berkelok-kelok dan bergelombang menjadi santapan mudah bagi para rider TRAVIC.

Cuaca sore itu mendung bersahaja, hingga tak terasa kami sudah memasuki kota Depok dan berhenti untuk isi bensin di titik perpisahan, yakni di Pom bensin Pertamina Depok sebelah RS Hermina.

Sepanjang perjalanan pulang dari daerah Bogor hingga ke Depok ditempuh dengan waktu yang cukup singkat, yakni +- 2jam, itu dikarenakan cuaca yang bersahabat dan situasi kondisi lalu lintas yang lebih lengang. Waktu menunjukan tepat 15:30 jabat erat dari sesama member TRAVIC dan suasana haru menghiasi sore itu di Pom bensin, karena pada saat yang sama dengan berada di sana, berarti juga berakhirnya kegiatan Touring Halal-bihalal TRAVIC, tapi tak perlu sedih dan gelisah Bro & Sis, karena akan ada kegiatan-kegiatan lain yang positif dari TRAVIC Just Wait & See OK?.

Dengan saling melambaikan tangan dan memberi klakson perpisahan, maka berpencarlah rombongan menjadi beberapa bagian dan menuju ke rumah masing-masing.

Well, Saya rasa cukup sekian kata-kata yang saya atur dengan sedikit gaya bahasa yang rusak, saya berharap sedikit tulisan diatas dapat menggambarkan perasaan dan suasana saya saat mengikuti kegiatan Touring halal-bihalal TRAVIC, jika ada kata-kata yang salah dan menyinggung para pemirsa, pembaca yang saya hormati, saya pribadi mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena yang benar datangnya hanya dari Allah SWT, Tuhan YNE dan yang salah datangnya dari saya sebagai manusia biasa, saya hanya becanda just kidding, tidak ada maksut melecehkan atau menghina pihak manapun.

Tidak lupa pula dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada beebrapa pihak, yakni :

* Allah SWT, Tuhan YME yang dengan karuniaNYA telah melindungi rombongan pulang pergi dengan keadaan selamat tanpa berkurang satu apapun.
* Para Panitia, yang sudah bersusah payah menyempatkan waktunya untuk mencari, memilih, dan memutuskan tempat tujuan Touring kali ini.
* Para pengurus dan seluruh member TRAVIC, yang sudah memberikan doa serta dorongan moril kepada kami untuk tetap melaksanakan Touring TRAVIC kali ini.
* Para peserta Touring, yang dengan penuh bijaksana telah mentaati peraturan lalu lintas serta dengan penuh tanggung jawab menjaga nama baik TRAVIC selama touring berjalan.
* Para pihak Vila Anisa, yang dengan sabar menghadapi perilaku-perilaku kami sebagai pribadi yang mencari kenikmatan dan kesenangan sesaat.
* Kepada semua pihak, yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu yang telah membantu kelancaran seluruh aktifitas Touring TRAVIC.

Akhir kata saya ucapkan terima Kasih dan sampai jumpa di Kegiatan TRAVIC selanjutnya.

Cheers,
Densur.
B6328KDR siBongsor.

Labels:


Baca selengkapnya!  
posted by TRAVIC at Tuesday, November 13, 2007 | Permalink | 0 comments
Saturday, November 10, 2007
Slang Pernafasan Jangan Salah Posisi
Memasuki musim hujan, slang di motor perlu perhatian ekstra. Jangan sampe motor pilek karena slang pernafasan (breather) tersumbat. Tapi, menurut Freddyanto Basuki, lebih penting lagi memperhatikan posisi slang pernafasan. “Jika posisinya salah, bukannya ngalirin udara keluar justru nyedot air,” tegas kepala divisi technical service PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) itu.

Berikut beberapa posisi slang yang nggak boleh salah.

PERNAFASAN MESIN
Ini pengalaman selama geber Kawasaki Ninja. Belakangan terlihat embun di kaca pengintip oli di bak kopling. Dari pengalaman pake motor berpendingin radiator, ini ciri ada kebocoran cairan pendingin. Tapi, menurut Freddy, sapaan Freddyanto Basuki, bukan itu sebabnya.

Menurutnya, selama oli nggak jadi keputihan, embun itu adalah uap air yang terbawa masuk lewat saluran pernafasan. “Uap air masuk karena posisi slang pernafasan mesin salah,” tunjuk pria berbodi ‘kutilang darat’ itu. Iya, singkatan dari kurus, tinggi, langsing, dada, rata.

Mestinya, posisi slang pernafasan mesin lebih tinggi dari lubang di mesin. Di motor lain, slang pernafasan ada yang dimasukin ke boks filter udara. Maksudnya mencegah air masuk karena perbedaan tekanan udara.

“Saat motor baru dihidupkan, dalam kondisi dingin, tekanan udara di mesin lebih rendah dari udara luar. Ini biasanya terjadi sekitar 3 sampai 5 menit pertama. Kalo ada uap air di sekitar slang pernafasan akan tersedot ke mesin. Jika berulang, akumulasi uap air tadi akan terjebak dan jadi embun yang terlihat di kaca pengintip,” urai Freddy.

SLANG BUANG TANGKI BENSIN

Di bagian bawah tangki Kawasaki Ninja, ada lubang. Tapi ini bukan slang pernfasan.Ini slang pembuangan. Fungsinya membuang bensin jika isinya melebihi kapasitas tangki. Sekaligus jalur pembuangan air jika tutup tangki tersiram air dari atas saat nyuci, atau kena hujan.

“Banyak yang salah kaprah. Slang pembuangan tangki bensin Kawak Ninja malah diarahkan ke atas. Malah ujungnya sampai melebihi tutup tangki. Akibatnya, air bukannya terbuang, tapi malah nyelonong ke tangki bensin. Bensin berlebih juga malah meluber ke atas tangki,” urai Freddy.

Air masuk tangki lebih bahaya. Karena berat jenisnya lebih berat dari bensin, air langsung ke dasar tangki. Lalu turun ke karburator dan ikut masuk ke ruang bakar. Ujung-ujungnya mesin mbrebet. Bahkan piston bisa rusak karena efek water-hammer.

DUA SLANG DI KARBURATOR

Di karburator, biasanya ada dua slang. Yang di bawah mangkuk karbu slang pembuangan, jika bensin banjir. Slang lainnya, di bodi karbu,adalah slang pernafasan.

Menurut Freddy, yang perlu diperhatikan posisi slang pernafasan. Sebab posisinya mempengaruhi aliran bahan bakar ke mangkuk karburator. “Banyak yang nggak peduli slang ini. Ada yang hilang, nggak diganti. Kalau pun masih ada, posisi masangnya nggak bener. Harusnya posisi slang pernafasan karburator ke atas, lalu ujungnya ditekuk ke bawah biar nggak kemasukan air,” jelas pria yang suka memakai topi dengan posisi miring itu.

Pernah juga dialami oleh Ahak dari Hak Motor. Dia tinggal di daerah banjir dan banyak konsumen datang mengeluh. Sering kejadian di bebek, seperti Honda Grand atau Supra. Slang pembuangan bensin menjulur ke bawah. “Eh tahunya nyedot air,” jelas Ahak.

Untuk itu dia kasih nasihat. Slang pembuangan bensin ditarik ke atas dulu. Baru dijulurkan ke bawah.

Reporter : Aries L. Susanto
Fotografer : Endro Suryono
Sumber : Tabloid Motor Plus

Labels:


Baca selengkapnya!  
posted by TRAVIC at Saturday, November 10, 2007 | Permalink | 0 comments
Sebab Ban Pecah Selain Paku

Ban pecah atau bocor sudah pasti sering dialami pengendara. Tapi, banyak yang berpikiran cuma paku yang jadi penyebabnya. Padahal nggak gitu, Bro. Ada banyak alasan yang bikin ban dalam bocor atau pecah tiba-tiba. Enggak ada angin nggak ada hujan, nggak ada paku, baut bahkan tusuk gigi sekalipun, tiba-tiba cusss...kempes, deh.

Menurut Agung Yulianto, Product Design PT Suryaraya Rubberindo Industries, produsen ban FDR, ada beberapa faktor yang menyebabkan ban bisa gemboz mendadak. “Ada yang disebabkan akibat pemasangan ban kurang benar. Juga karena faktor penggunaan,” terang Agung.

Jika posisi ban dalam enggak rata atau ada bagian yang terlipat, maka saat diisi angin akan terjepit tuh ban dalam. “Ditambah gesekan sama ban luar yang ngejepit, maka akan membuat ban jadi bocor atau pecah,” terangnya.

Faktor berikutnya soal kerapian karet penutup ujung jari-jari. Kalau sampai ada ujung jari-jari yang lepas tidak tertutup rapat sama karet, bisa juga bikin ban dalam bocor. Bisa juga karena benturan keras saat melewati lubang di jalan. Kerikil atau batu kecil yang menembus ban luar dpat juga membuat ban dalam bocor. Cusss..

Soal elastisitas karet ban juga ikut berpengaruh. Kalau sudah terlalu lama akan rentan saat terjadi perubahan panas drastis. Misal, saat dibawa ngebut, sering brake dan akselerasi. “Itu akan membuat panas tidak stabil. Kalau karet sudah jelek, pasti akan bermasalah juga di ban dalam,” jelasnya.

Em-plus alami sendiri hal itu saat turing ke Anyer. Tiba-tiba ban kempes, padahal enggak ada paku. Taunya, ada bagian yang bocor karena usia pakai sudah lewat. Saat suhu panas drastis berubah, ban dalam enggak kuat kena gesekan dengan sisi pinggir ban luar. Bocor deh di sisi pinggir.

Nggak kalah penting lagi adalah tekanan angin. “Kalau angin kurang, maka potensi gesekan ban dalam sangat besar. Itu salah satu penyebab ban dalam bermasalah. Demikian juga kalau terlalu keras. Saat kena benturan keras mendadak sementara usia pakai ban dalam sudah lewat, bisa pecah tuh. Makanya, sesuaikan angin pada ukuran ideal. Rentangnya antara 28-30 Psi, lah,” ingat Agung lagi.

UNTUNG RUGI TUBELESS DAN BAN DALAM
Maraknya pelek racing juga diikuti virus ban tubeless di motor Tentu ada untung dan ruginya juga. Masih menurut Agung Yulianto, jenis tubeless untuk motor memang lebih berorientasi pada aspek praktis dan ukuran.

Selain praktis, tubeless juga cukup safety karena saat ban bocor tidak langsung kempes abiz layaknya ban dalam. Jadi, ketika motor digeber dan mendadak kempes, tidak langsung jungkir balik.

Kelemahannya, ban tubeless lebih keras dibanding model ban dalam. Sehingga, saat sering terjadi benturan secara drastis, efeknya akan lebih parah dibanding ban dalam. “Kan dampaknya tidak hanya ke ban tapi ke pelek, sok dan lainnya. Makanya, kurang cocok jika untuk jalan yang kurang bagus. Buktinya, motocross justru lebih bagus pake ban dalam kan?,” analisis Agung.

So, untuk motor yang sering lahap jalur menantang dan kurang rata, mending berpikir dua kali untuk aplikasi ban tubeless. Paling enak dan pas memang untuk jalan di perkotaan.

Kelemahan lain, ban tubeless tidak direkomendasi jika sudah banyak tambalannya. Meski masih bagus, tetap harus ganti. Karena sudah tidak rata dan bisa bikin roda bergoyang saat dibawa jalan. Sementara model ban dalam lebih ekonomis. Karena, asal ban masih dalam kondisi bagus masa pakai masih bisa, ya tidak ada masalah meski sudah beberapa kali ganti ban dalam.

Iya. David, mat kodak MOTOR Plus ngerasain langsung saat redaksi turing bareng ke Anyer. Doi merasaban kurang enak ketika diajak berlari kanecang. Padahal ban tubeless-nya baru ada satu tambalan. Tapi benjolan sisa tambalan belum dipotong. “Sedikit geol-geol dan kurang nyaman,” cerita David saat rapat redaksi di pinggir pantai Anyer.

TAMBAL BAN TUBELESS
Paling repot jika ban tubeles bocor terlalu besar. Atau berkali-kali bocor pada lubang yang sama. Biasanya, tukang tambal ban menyarankan pakai ban dalam. Jangan langsung dituruti, Bro! Itu trik akal-akalan tukang tambal ban supaya ban dalam jualannya laku.

Tiru Wahidin dari Anggrek Custom. Katanya ban tubeless bocor berkali-kali dilubang sama masih bisa ditambal lagi. Caranya bukan dari luar. “Tapi dari dalam. Tentu ban dibuka dulu dari pelek,” jelas Wahidin dari bengkelnya di bilangan Cileduk, Batas Kreo, Tangerang.

Caranya pertama tetap ditambal dulu dari luar (gbr. 1). Kemudian disusul dari dalam. Tapi, yang dipakai untuk menambal adalah Tip Top. Sebelum ditempel, terlebih dahulu ratakan dahulu bekas tambalan di dalam. Baru deh diolesi lem. Begitu juga Tip Top yang mesti dioles lem juga. Baru deh ditempel (gbr. 2). Rebes!


Sumber : Tabloid Motor Plus
Reporter : Sugeng Budiarto
Fotografer : Heri Riswanto, Endro Suryono

Labels:


Baca selengkapnya!  
posted by TRAVIC at Saturday, November 10, 2007 | Permalink | 0 comments
Perlengkapan dan Persiapan Menghadapi Hujan

Sebagian orang berpendapat, musim hujan jadi momok bikers kalau lagi ngantor. Baju basah, sepatu kotor. Iya, tapi itu dulu! Sekarang, dengan persiapan matang, bikers siap dengan kucuran air dari langit. Artinya, hujan bisa tetap lanjut!

Em-Plus bantu persiapan aman melibas hujan. Ya, seperti yang dialami ketika kita semua di redaksi melahap rute Anyer-Jakarta. Mulai dari kepala hingga kaki, setiap perlengkapan bisa dipilih.

HELM DAN VISOR

Buat kondisi sekarang ini, pakai helm tipe full face bisa diandalkan. Kenapa? Soale, pelindung pale model ini punya proteksi maksimal. Apalagi, mengingat kondisi jalan hujan dan kering atau setengah basah. Pastinya permukaan jalan cenderung licin!

Begitunya, kudu tetap perhatian. Jangan asal pakai helm aja. Biar lebih aman dari kabut di kaca helm akibat nafas, masker helm jangan lupa dipasang. Malah usahakan cari masker yang langsung menutupi hidung.

“Jadi, udara dari panas tubuh dan dinginnya kondisi luar bisa terbuang langsung ke bawah dagu. Tapi masker ini terbatas untuk helm tertentu. Kebanyakan untuk helm seperti AXO, Shoei, Arai Nolan atau AGV,” ujar Chandra dari Chandra Motor di Jl. Kebon Jeruk III, No. 14, Kota, Jakarta Barat.

Pakai peranti itu, kaca tetap aman dari fog. Apalagi dikondisi stop and go. Tanpa itu, pastinya kaca bisa lebih cepat berkabut. Peranti ini dijual mulai dari Rp 200–300 ribuan.

Tapi jika nggak ada masker, juga bisa andalkan peralatan anti-fog macam spray. Cairan ini dijual mulai dari harga Rp 50 ribuan hingga Rp 250 ribuan. Sayangnya, peranti ini sekali semprot untuk satu kali pakai.

Lanjut ke helm half face. Buat yang punya helm tipe ini jangan bersedih hati dulu. Maksudnya, masih bisa diandalkan kok. Jangan biarkan helm itu tanpa kaca alias visor.

Takutnya rintik atau derasnya kucuran hujan bisa membuat sakit wajah. Malah nggak cuma itu, takutnya konsentrasi pandangan ke depan hilang. Kendaraan di depan melakukan manuver ekstrem, respon justru melambat. Dingin, bo!

Selain tipe helm, ada juga yang perlu diperhatikan lagi. Yaitu, kaca alias visor itu sendiri. “Usahakan pakai kaca tipe clear atau bening,” bilang Kardi Mulia Motor di Jl. WR Supratman, No. 13, Kp. Utan, Ciputat, Tangerang.

Sebab kaca warna, terkadang bisa bikin pandangan sedikit terhalang atawa sedikit gak jelas. Apalagi jika kucuran air hujan terbawa masuk ke kaca bagian dalam. Pandangan ke depan makin lebih bahaya di kondisi malam hari.

JAS HUJAN

Di pasaran, banyak dijual jas hujan atau yang bekendisebut mantel. Baik model dan bahan, banyak ragam. Bicara dari model dulu aja kali ya. Ada dua model ditawarkan.

Pertama, model two piece. Berikutnya, model terusan atau sering disebut ponco. Dari yang pertama dulu. Tipe setelan, yaitu jaket dan celana. Tipe ini lebih nyaman dipakai buat menembus hujan dan macet. Handling pengendara juga lebih baik.

Jas model terusan, punya kecenderungan membahayakan pengendara. Apalagi tidak sedikit pengendara yang membiarkan bagian belakang ponco ‘berterbangan’.

Ketika menyalip di kemacetan, bisa aja jas hujan nyangkut di spion mobil. Selain itu, mantel model ini punya kecenderungan bikin basah celana. Itu karena air mudah masuk lewat celah di sisi tubuh.

Sesuai hukum alam, uang juga berbicara. Banyak tersedia jas hujan dengan beragam bahan. Pastinya, ada bahan dari tipe parasut dan plastik. Bahan yang ditawarkan juga punya berbagai tipe. Ada yang tebal atau tipis.

Terkadang, bahan yang tipis juga bisa bikin air masuk. Tapi, bahan terlalu tebal juga bikin pergerakan kurang nyaman karena terlalu kaku. Soal harga, mulai dari Rp 30-75 ribu tergantung model.

“Tapi biasanya orang pilih yang tebal, karena tak mudah robek,” ungkap Nancy dari Mulia Motor Sport di Jl. HOS Cokroaminoto, No. 5, Larangan Utara, Kreo, Ciledug, Tangerang.

SEPATU

Banyak tawaran bisa diambil. Boleh pakai sepatu model boot terbuat dari karet. Peranti ini bisa melindungi kaki dari benturan. Dan, celana tetap kering karena masuk ke dalamnya. Biasanya, sepatu model ini dijual sekitar Rp 60 ribuan.

Tapi kalau nggak mau ganti sepatu model boot karet, boleh juga tetap pakai sepatu biasa. Tapi syaratnya, kudu beli kondom alias peranti pelindung sepatu. “Peranti ini berbentuk sepatu juga. Tapi digunakan setelah pakai sepatu,” kata Miftah.

Bahan yang ditawarkan sama seperti jas hujan. Yaitu, dari plastik atau parasut. Pilih kondom sepatu yang punya sol gak licin ya!

Harga dijual mulai dari harga Rp 25 ribuan hingga ratusan ribu. “Paling mahal merek Givi. Model ini lebih aman karena sol sepatu ini dibuat layaknya sepatu. Enggak bikin licin dan mencegah terpleset,” ungkap Kholik dari Raja Motor di Jl. Ciledug Raya, No.A1, Larangan Utara, Ciledug Mal, Tangerang.

YANG TAK DIDUGA
Ini juga enggak kalah penting! Tidak sedikit pengendara bawa dompet ataupun handphone di kantong celana. Nah, musim hujan tentunya musti punya persiapan. Yaitu, kantong plastik atau plastic bag.

Wadah ini berfungsi melindungi peranti elektronik dari gangguan hujan. Gitu juga dompet! Beragam kantong bisa diaplikasi, yang penting dari plastik ya! Namun biar lebih indah dilihat, di pasaran juga tersedia plastik model kancing.

Sumber : Tabloid Motor Plus
Reporter : Eka Budhiansyah
Fotografer : Endro Suryono

Labels:


Baca selengkapnya!  
posted by TRAVIC at Saturday, November 10, 2007 | Permalink | 0 comments
Thursday, November 08, 2007
Mekanisme Touring Halal Bihalal,10-11 November 2007

Berikut disampaikan mekanisme Touring Halal Bihalal,10-11 November 2007,agar dapat diketahui dan ditaati oleh seluruh TRAVICERS yang akan mengikuti touring tersebut.

I. Titik Keberangkatan

A. Tempat
1. Keberangkatan dari Taman Suropati, Menteng ,Jakarta Pusat tepat pukul 15.00 WIB, dikoordinir Bro Herri (0815 9997036) diharapkan kepada seluruh peserta touring datang paling telat 1 Jam sebelum keberangkatan.

B. Waktu
Diharapkan seluruh peserta sudah berada di titik acara / Vila Anisa,Puncak Pukul 18.00 WIB


C. Titik Kumpul II

Titik kumpul II adalah di wilayah Depok . Tepatnya di Pom Bensin setelah Tugu Depok (setelah lampu merah pertigaan Jl. Margonda Raya dan Jl Tole Iskandar,Depok)



D.Titik Kumpul III
Titik kumpul III adalah Lapangan Golf Jayanti.Tepatnya setelah melewati Desa Gumati.

Fungsi dari titik kumpul III adalah untuk mengatur kembali rombongan sebelum memasuki jalan raya menuju Puncak, agak tidak terjadi perpecahan rombongan.

E. Mekanisme Keberangkatan dari Titik Keberangkatan

1) Petugas Turing ditunjuk oleh PIC dalam event ini.
2) Tiap rombongan di dalamnya terdapat :
a) Petugas VJ (Vooridjer)
b) Petugas Sweeper ( SV )
c) Road Captain yang bertugas sebagai penanggung jawab rombongan.
3) Road Captain mengisi daftar peserta dan menyerahkan lembar kedua ke PIC atau koordinator keberangkatan untuk diteruskan ke petugas Touring.
4) Road Captain akan menerima copy Surat Jalan dari Panitia melalui koordinator keberangkatan.
5) Korwil atau koordinator keberangkatan akan menjelaskan rute yang akan dilalui oleh rombongan beserta titik-titik rawan yang akan ditemui serta prosedur standard perjalanan.
6) Berdoa sebelum keberangkatan.

F. Mekanisme Titik Kumpul II & III

1) Rombongan akan berhenti sejenak di titik kumpul II & III
2) Apabila tidak ada rombongan sebelumnya, rombongan bisa meminta kepada koordinator titik kumpul II & III untuk meneruskan perjalanan.
3) Koordinator Tikum II & III berhak menahan rombongan sementara atau mempersilakan melanjutkan perjalanan apabila dipandang perlu.


II. Persyaratan Peserta Touring TRAVIC Perdana.

1) Peserta adalah Member TRAVIC dan/ atau yang bekerja di Travel Agent, CRS dan Airlines. Yang sudah mendaftar sebagai peserta Touring TRAVIC Perdana.

2) Seluruh peserta harus bertanggung jawab terhadap kondisi kendaraannya untuk mengikuti touring ini. Oleh karena itu peserta harus meyakini bahwa faktor-faktor berikut ini dalam keadaan layak jalan.
a. Sistem pembakaran pada mesin (Tanki dan Saluran BBM, Busi, Karburator, Saringan udara, dst)
b. Sistem penggerak (Clutch / kopling , Oli, Rantai penggerak, Gear, Bearing, dst)
c. Sistem pengereman (Disc brake, kaliper, kanpas rem, dst)
d. Sistem kemudi (Batang kemudi, Swing Arm, Ban, shock absorber, dst)
e. Sistem listrik (Spull, CDI, Lampu-lampu, Klakson, dst)

3) RC diwakili Petugas Touring akan memeriksa standar persyaratan minimal keamanan sepeda motor meliputi:
a. Kondisi fisik pengendara (tidak dalam keadaan mabuk atau terpengaruh obat-obatan)
b. Memakai helm Full face atau open face (jika memakai open face harus memakai pelindung mata) Tidak di benarkan memakai Helm Cetok.
c. Memakai sepatu.
d. Memakai pelindung badan terhadap angin dan benturan dari benda keras.
e. Membawa jas hujan model baju dan celana, bukan ponco
f. Ban sepeda motor dalam kondisi layak
g. Sistem pengereman berfungsi dengan baik
h. Sistem kelistrikan berfungsi dengan baik.

4) RC berhak menolak peserta sebagai anggotanya jika point-point di atas tidak tercapai.

5) Pemberangkatan group turing bisa dilepas jika:
a) Petugas Touring telah siap
b) RC telah menyerahkan form daftar peserta turing dan form hasil pemeriksaan standar persyaratan minimal keamanan sepeda motor kepada PIC pemberangkatan.
c) Briefing dari PIC pemberangkatan dan doa bersama yang dipimpin RC

6) Seluruh pertugas dan peserta harus mengikuti semua perintah RC, dan melaporkan kepada RC jika meninggalkan grup ataupun lokasi tujuan.


III. Rute

1. TAMSUR - MANGGARAI - PANCORAN - PASAR MINGGU - LENTENG AGUNG -TUGU DEPOK – (stop pom bensin setelah tugu depok) - KAMPUNG DUA - CIBINONG - SENTUL - GUMATI –( stop di padang golf jayanti) - JAYANTI - CISARUA - VILA ANISSA ( seberangnya EVERGREEN )

IV. Kepulangan

1) Kepulangan sesuai dengan Kelompok Turing pada saat keberangkatan.
2) Kepulangan yang dilakukan diluar kelompok turing keberangkatan atau bergabung dengan kelompok turing lainnya, harap melapor ke Road Captain keberangkatan.
3) Dilarang melakukan perjalanan pulang dalam formasi SOLO RIDER atau harus lebih dari 1 motor dan maksimum 20 motor dalam rombongan pulang.
4) Apabila akan melakukan perjalanan pulang diluar kelompok Turing yang ada, harap mengisi formulir kepulangan (disediakan panitia) dan menunjuk RC sbagai penanggung jawab perjalanan.

V. Hal-Hal Lainnya

1) Karena keberangkatan pagi hari, diharapkan semua peserta sudah sarapan pagi sebelum melakukan perjalanan.
2) membawa obat-obatan yang diperlukan dan yang tidak berefek mengantuk.
3) Memastikan kondisi Bateray Hand Phone dalam keadaan cukup untuk perjalanan sampai kepulangan.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Bro Heri (TR 025) sebagai PIC Touring Halal Bihalal.


Labels:


Baca selengkapnya!  
posted by TRAVIC at Thursday, November 08, 2007 | Permalink | 0 comments
Monday, November 05, 2007
Seting Ergonomi Tubuh Lebih Nyaman

Enggak mungkin berharap lebih dari lalu lintas Jakarta sekarang ini. Gimana nggak? Pengendara motor yang katanya bisa jadi solusi hadapai kemacetan aja, kadang ikut terjebak antre nyelip di antara barisan roda empat!

Mending cari solusi lain. Yaitu, bikin motor nyaman diajak menerobos kemacetan. “Ubah ergonomi bisa dilakukan secara individual,” ujar Jusri Pulubuhu dari Jakarta Defensif Driving center (JDDC).

Soalnya, ada juga pengendara yang punya postur tubuh diluar rata-rata. Terlalu tinggi atau terlalu pendek untuk ukuran sebuah motor. “Mengubah sesuatu, perlu pertimbangan matang,” timpal Paulus Suwandi, pria yang sebelumnya menjabat Intruktur Training R2 PT Indomobil Niaga International (IMNI).

Yuk, kita bedah!

TUAS REM DAN KOPLING
Enggak sedikit pemilik motor, terutama tipe sport atau kopling manual mengubah posisi handel.
Sudut tuas rem atau kopling lebih dibuat ke atas. Padahal, posisi ini bikin enggak nyaman.

Posisi demikian membuat otot trisep bekerja. Seharusnya pada keadaaan normal justru otot bisep yang bekerja. “Efeknya, selain kekuatan tangan berkurang juga bisa bikin cepat lelah dan konsentrasi berkurang,” sebut Jusri.

SETANG
Ganti setang model jepit perlu dipertimbangkan lagi. Terlebih jika dilakukan sekedar kejar tampilan atau gaya. Bukan untuk mendukung kenyamanan. Jelas ini berpengaruh pada ergonomi.

Semakin tegak dan sejajar setang, makin nyaman buat berkendara. Setang model ini, cocok buat city turing yang mempunyai banyak handycap atau rintangan. Misal, berkelok di tengah kemacetan.

“Terasa sekali bedanya ketika pakai setang model jepit ketimbang biasa,” ungkap Budi Widianto, bikers penyemplak Kawasaki Ninja 150 yang berkantor di Kawasan Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

POSISI RIDING
usri bilang, sebisa mungkin bobot tubuh ditopang alias bertumpu pada otot yang paling besar di tubuh. Yaitu, pada tangan dan kaki. Gitu juga ketika berkendara. Enggak ada salahnya mengembalikan posisi sok depan pada ketinggian standar. Selain lebih sejajar, badan pun nggak gampang lelah. Karena berat tubuh nggak lagi ditopang tangan, terlebih ketika mengerem. Porsi yang diterima kudu seimbang.

GIR
Sepertinya, menaikan gir belakang sekitar dua mata bisa jadi pertimbangan proses Stop and Go tidak membuat motor jadi ngeden dan boros bensin. Konsekuensinya, top-speed jadi berkurang di trek lurus.

“Tapi sebelum mengubah gir, pertimbangkan juga soal power to weigth ratio. Jangan sampai salah ubah gir,” wanti Paulus yang sekarang menangani divisi Motor Bekas Bergaransi (MBB) dari Suzuki.

Sumber : Tabloid Motor Plus
Reporter : Eka Budhiansyah
Fotografer : Isfandiary Mahbub D., M. David Srihanoko

Labels:


Baca selengkapnya!  
posted by TRAVIC at Monday, November 05, 2007 | Permalink | 0 comments
Dampak Langsung Polusi Tunggangan


Akibat jalanan Jakarta yang lagi giat membangun jalur Busway, motor kini sudah ikut kena polusi. Rute busway koridor 8-10 yang panjang totalnya sekitar 60 km menjebak banyak pengendara.

Kalau setiap hari begini, jelas nggak menguntungkan buat motor. Ada efek negatif buat mesin dan komponen pendukung lain. Berikut efek macet yang sudah bukan padat merayap lagi. Melainkan STG atau stop total gituuu.

KAMPAS KOPLING BOROS
Ini banyak disebabkan karena penggunaan motor yang gak sabar,jadinya males deh mengoperasikan kopling sesuai kebutuhan. Di kemacetan, sebagian pengendara emoh memindahkan persneling ke netral. Handel kopling ditekan penuh dan posisi gigi dibiarkan di gigi satu. Kalau sudah begini, jelas bikin kampas kopling cepat aus.

Parahnya lagi, banyak lho pengguna motor yang menekan kopling setengah sambil ngegas. Selain bikin jengkel pengendara lain yang ikut apes terjebak macet, sudah pasti bikin bensin lebih boros. Kampas akan lebih cepat habis ketimbang jika handel kopling ditekan penuh.

PERANTI CIET
Macet aja bikin jengkel. Terlebih jika mengalaminya di jalan tanjakan atau turunan. Pastinya bakal mengerogoti kampas rem juga. Terutama rem depan yang bakal cepat menipis. Tapi bukan berarti nggak boleh bejek rem depan saat stop di tanjakan atau turunan. Sebab, itu memang pilihan terbaik. Juga jauh lebih aman dibanding gantung rpm supaya tunggangan diam di tempat.

Bahayanya sih kalau rem belakang lebih banyak dipakai. Lantaran peranti ciet belakang aktif juga menghidupkan lampu stop. Ditekan terus ada hubungan arus pendek di switch on/off. Sialnya kalau ada rembesan bahan bakar dan menetes di switch. Bisa terbakar kuda besi ente.

UMUR AKI PENDEK
Enggak ada lagi aki yang umurnya panjang kecuali aki beneran alias kakek atau engkong.Berhenti alis stop lama di kemacetan jelas bisa memperpendek umur pakai aki. Bahasa bengkelnya aki soak. Kan, siang lampu utama mesti diaktifkan karena dihimbau begitu.

Artine, aki jadi bekerja dua kali. Saat siang dihimbau menyalakan lampu. Di tambah macet total? Berarti tugasnya sesuai, tapi dengan motor posisi diam. Ini risiko beban kerja aki jadi enggak sesuai sama jarak yang ditempuh.

CEK FILTER UDARA
Saringan udara silakan rajin diperiksa. Polusi sudah nggak lagi semata karena bahan bakar. Partikel aspal, pasir atau pun semen beterbangan saat melintas di pembangunan jalur Busway. Semakin parah saat musim panas.

Contoh dialami langsung GT, matkodak MOTOR Plus. Baru ini ganti filter udara karena sudah dekil banget. Beragam partikel debu nyangkut padahal tipe saringan udaranya jenis kering. Idealnya penggantian 16.000 km, tapi tunggangan GT baru 10.000 km.

“Kalau dibiarkan, partikel debu yang lolos dari filter bisa nyusup ke karburator. Ini lebih repot,” ulas Ario, Technical Service Dept. Head, PT Wahana Makmur Sejati, main dealer Honda di Jakarta.

AWAS CVT HANGUS
Naik skubek jangan sampai lupa kondisi CVT. Terlebih jika menghadapi macet ora normal. Makain parah jika kemacetan langganan ditemukan di rute tanjakan. Ini berkaitan dengan karakter pengendara yang enggak benar. Ada yang dikorban kalau males menggunakan peranti ciet. Mending dikorban komponen rem cepat aus dibanding CVT.

Memang, enak sih cuma manteng setengah gas waktu berhenti total di tanjakan. Tapi, driven face alias centrifugal di CVT akan bergesekan dengan rumahnya. Gesekan terus menerus menimbulkan panas. “Pasti bisa hangus kampas di centrifugal,” jelas Ario.

TIMBULKAN KARAT
Masih untung macet total saat panas. Paling menyedihkan ketika masuk musim hujan seperti sekarang ini. Motor diam tapi terus kena guyur air dari langit yang kadar asamnya tinggi.

Dibiarkan aja setelah nyampe rumah pasti ada bagian komponen luar yang akan terserang karat. Perhatian celah di tuas penggerak cuk, tombol sein, dan seputar kaki-kaki. Amannya sih dicuci atau disemprot air bersih setelah motor diajak main hujan.

Sumber : Tabloid Motor Plus
Reporter : Niko Fiandri
Fotografer : Endro Suryono, M. David Srihanoko, < Dokumentasi >, Gusti Bambang I.J.

Labels:


Baca selengkapnya!  
posted by TRAVIC at Monday, November 05, 2007 | Permalink | 0 comments
Thursday, November 01, 2007
TRAVICERS - TR 023

TR 023 ini adalah seorang bujangan kelahiran Bandung,11 Maret 1980,terlahir dengan nama asli Nana Sumarna namun di TRAVIC terkenal dengan panggilan "Egi" atau "Nana".

Sekarang bekerja di K.I.A Tours & Travel di The Ascott Apartement yang beralamatkan di Jl.Kebon Kacang Raya No.2 sejak tahun 2004 yang lalu.

Dalam kesehariannya selalu menunggangi motor "Honda Supra Fit" bernomor polisi "D 6496 VF"

Bujangan yang satu ini mempunyai hobi berdendang dan bergoyang dangdut,setiap kali TRAVIC mengadakan acara selalu didaulat sebagai bintang tamu dadakan untuk berangdut ria.

Buat yang ingin berkenalan langsung aja datang ke Kopdar TRAVIC setiap Jum'at malam di Taman Suropati,Menteng - Jakarta Pusat mulai jam 19.00.

Atau langsung japri lewat email : egi_duyeh@yahoo.com atau YM = egi_duyeh

Labels:


Baca selengkapnya!  
posted by TRAVIC at Thursday, November 01, 2007 | Permalink | 0 comments