Google


...Hadiri Kopdar rutin TRAVIC setiap Jum'at,mulai jam 19.00 di Taman Suropati,Menteng Jakarta Pusat...&....Latihan Futsal Setiap Rabu mulai Jam 19.30-21.00 di Taman Menteng,Jakarta Pusat.....be there...be the real TRAVICERS....

Selamat datang di TRAVIC,Anda pengunjung ke-blog counter

Untuk tampilan terbaik gunakan Mozilla Firefox


Saturday, November 10, 2007
Perlengkapan dan Persiapan Menghadapi Hujan

Sebagian orang berpendapat, musim hujan jadi momok bikers kalau lagi ngantor. Baju basah, sepatu kotor. Iya, tapi itu dulu! Sekarang, dengan persiapan matang, bikers siap dengan kucuran air dari langit. Artinya, hujan bisa tetap lanjut!

Em-Plus bantu persiapan aman melibas hujan. Ya, seperti yang dialami ketika kita semua di redaksi melahap rute Anyer-Jakarta. Mulai dari kepala hingga kaki, setiap perlengkapan bisa dipilih.

HELM DAN VISOR

Buat kondisi sekarang ini, pakai helm tipe full face bisa diandalkan. Kenapa? Soale, pelindung pale model ini punya proteksi maksimal. Apalagi, mengingat kondisi jalan hujan dan kering atau setengah basah. Pastinya permukaan jalan cenderung licin!

Begitunya, kudu tetap perhatian. Jangan asal pakai helm aja. Biar lebih aman dari kabut di kaca helm akibat nafas, masker helm jangan lupa dipasang. Malah usahakan cari masker yang langsung menutupi hidung.

“Jadi, udara dari panas tubuh dan dinginnya kondisi luar bisa terbuang langsung ke bawah dagu. Tapi masker ini terbatas untuk helm tertentu. Kebanyakan untuk helm seperti AXO, Shoei, Arai Nolan atau AGV,” ujar Chandra dari Chandra Motor di Jl. Kebon Jeruk III, No. 14, Kota, Jakarta Barat.

Pakai peranti itu, kaca tetap aman dari fog. Apalagi dikondisi stop and go. Tanpa itu, pastinya kaca bisa lebih cepat berkabut. Peranti ini dijual mulai dari Rp 200–300 ribuan.

Tapi jika nggak ada masker, juga bisa andalkan peralatan anti-fog macam spray. Cairan ini dijual mulai dari harga Rp 50 ribuan hingga Rp 250 ribuan. Sayangnya, peranti ini sekali semprot untuk satu kali pakai.

Lanjut ke helm half face. Buat yang punya helm tipe ini jangan bersedih hati dulu. Maksudnya, masih bisa diandalkan kok. Jangan biarkan helm itu tanpa kaca alias visor.

Takutnya rintik atau derasnya kucuran hujan bisa membuat sakit wajah. Malah nggak cuma itu, takutnya konsentrasi pandangan ke depan hilang. Kendaraan di depan melakukan manuver ekstrem, respon justru melambat. Dingin, bo!

Selain tipe helm, ada juga yang perlu diperhatikan lagi. Yaitu, kaca alias visor itu sendiri. “Usahakan pakai kaca tipe clear atau bening,” bilang Kardi Mulia Motor di Jl. WR Supratman, No. 13, Kp. Utan, Ciputat, Tangerang.

Sebab kaca warna, terkadang bisa bikin pandangan sedikit terhalang atawa sedikit gak jelas. Apalagi jika kucuran air hujan terbawa masuk ke kaca bagian dalam. Pandangan ke depan makin lebih bahaya di kondisi malam hari.

JAS HUJAN

Di pasaran, banyak dijual jas hujan atau yang bekendisebut mantel. Baik model dan bahan, banyak ragam. Bicara dari model dulu aja kali ya. Ada dua model ditawarkan.

Pertama, model two piece. Berikutnya, model terusan atau sering disebut ponco. Dari yang pertama dulu. Tipe setelan, yaitu jaket dan celana. Tipe ini lebih nyaman dipakai buat menembus hujan dan macet. Handling pengendara juga lebih baik.

Jas model terusan, punya kecenderungan membahayakan pengendara. Apalagi tidak sedikit pengendara yang membiarkan bagian belakang ponco ‘berterbangan’.

Ketika menyalip di kemacetan, bisa aja jas hujan nyangkut di spion mobil. Selain itu, mantel model ini punya kecenderungan bikin basah celana. Itu karena air mudah masuk lewat celah di sisi tubuh.

Sesuai hukum alam, uang juga berbicara. Banyak tersedia jas hujan dengan beragam bahan. Pastinya, ada bahan dari tipe parasut dan plastik. Bahan yang ditawarkan juga punya berbagai tipe. Ada yang tebal atau tipis.

Terkadang, bahan yang tipis juga bisa bikin air masuk. Tapi, bahan terlalu tebal juga bikin pergerakan kurang nyaman karena terlalu kaku. Soal harga, mulai dari Rp 30-75 ribu tergantung model.

“Tapi biasanya orang pilih yang tebal, karena tak mudah robek,” ungkap Nancy dari Mulia Motor Sport di Jl. HOS Cokroaminoto, No. 5, Larangan Utara, Kreo, Ciledug, Tangerang.

SEPATU

Banyak tawaran bisa diambil. Boleh pakai sepatu model boot terbuat dari karet. Peranti ini bisa melindungi kaki dari benturan. Dan, celana tetap kering karena masuk ke dalamnya. Biasanya, sepatu model ini dijual sekitar Rp 60 ribuan.

Tapi kalau nggak mau ganti sepatu model boot karet, boleh juga tetap pakai sepatu biasa. Tapi syaratnya, kudu beli kondom alias peranti pelindung sepatu. “Peranti ini berbentuk sepatu juga. Tapi digunakan setelah pakai sepatu,” kata Miftah.

Bahan yang ditawarkan sama seperti jas hujan. Yaitu, dari plastik atau parasut. Pilih kondom sepatu yang punya sol gak licin ya!

Harga dijual mulai dari harga Rp 25 ribuan hingga ratusan ribu. “Paling mahal merek Givi. Model ini lebih aman karena sol sepatu ini dibuat layaknya sepatu. Enggak bikin licin dan mencegah terpleset,” ungkap Kholik dari Raja Motor di Jl. Ciledug Raya, No.A1, Larangan Utara, Ciledug Mal, Tangerang.

YANG TAK DIDUGA
Ini juga enggak kalah penting! Tidak sedikit pengendara bawa dompet ataupun handphone di kantong celana. Nah, musim hujan tentunya musti punya persiapan. Yaitu, kantong plastik atau plastic bag.

Wadah ini berfungsi melindungi peranti elektronik dari gangguan hujan. Gitu juga dompet! Beragam kantong bisa diaplikasi, yang penting dari plastik ya! Namun biar lebih indah dilihat, di pasaran juga tersedia plastik model kancing.

Sumber : Tabloid Motor Plus
Reporter : Eka Budhiansyah
Fotografer : Endro Suryono

Labels:

 
posted by TRAVIC at Saturday, November 10, 2007 | Permalink |


0 Comments: