Google


...Hadiri Kopdar rutin TRAVIC setiap Jum'at,mulai jam 19.00 di Taman Suropati,Menteng Jakarta Pusat...&....Latihan Futsal Setiap Rabu mulai Jam 19.30-21.00 di Taman Menteng,Jakarta Pusat.....be there...be the real TRAVICERS....

Selamat datang di TRAVIC,Anda pengunjung ke-blog counter

Untuk tampilan terbaik gunakan Mozilla Firefox


Thursday, June 12, 2008
Laporan Touring Guci,6-8 Juni 2008

Salam Biker & jabat erat untuk TRAVICers.

Dalam kesempatan siang ini, ijin kan lah saya berbagi pengalaman Touring TRAVIC to GUCI, Tegal. Dalam rangka menyambut high season Juni-Juli 2008 sekaligus mensukseskan program Pemerintah "Visit Indonesia 2008".

Perjalanan Touring kali ini di ikuti oleh 9 peserta dan 7 motor, diantaranya adalah :

  1. Giat + Septie (Road Captain).
  2. Heri.
  3. Ryan.
  4. Hariyanto.
  5. Densur + Aivana (Safety Officer).
  6. Thimo.
  7. Erry (Sweeper)


Sesuai jadwal yang di tentukan, Touring kali ini di berangkatkan dari Taman Suropati pada Jumat malam, 06 JUN 08 pukul 21:30, dengan sebelumnya seluruh kendaraan di screening dahulu oleh PIC, kemudian briefing dan ditutup oleh doa bersama dari para peserta Touring dan para member TRAVIC yang hadir Kodpar pada malam itu. Walau pada siang hari hingga sore Jakarta di guyur hujan, namun malam itu langit menampakkan keindahaan kilauan bintang serta cahaya rembulan sabit yang sangat indah dan cerah sekali.

foto-foto dulu ah..cheers..!


Rombongan bergerak menelusuri jalan menuju Guci dengan melewati jalur: Tamsur-Bekasi-Karawang-ciKampek-Pantura-Cirebon-Tegal. Para peserta di lepas oleh beberapa member TRAVIC hingga kota Bekasi, kondisi lalu lintas dari Taman Suropati hingga perbatasan kota Karawang lumayan lancar terarah, tak heran jika dalam waktu 2jam rombongan sudah memasuki daerah Palimanan (Pantura), beberapa kali kecepatan di speedometer siBangor menunjukan angka 70-80 KM/jam. Angin dingin malam itu di sepanjang daerah Pantura terasa merasuki jaket, walau rombongan terlihat sigap dan segar menghadapi cuaca dingin Pantura, memasuki daerah yang terkenal dengan buah mangga yakni Indramayu Road Captain memutuskan untuk berhenti Istirahat di Hotel SPBU (alias Pom bensin), waktu pun mununjukan pukul 02:00 dini hari. Sebelum istirahat beberapa peserta rombongan terlihat mengisi tanki kendaraan nya masing-masing, termasuk siBangor.

Beberapa kali saya menerima panggilan HP dari Bro Ivan, yang menyatakan bahwa beliau akan menyusul rombongan. (OK Bro..di tunggu kami ada di daerah Indramayu, Call us when You get there).

Di sela-sela canda-tawa para peserta, beberapa terlihat melaksanakan sholat Isya, dan ada juga yang terlihat sibuk mengunyah makanan dan sibuk keluar masuk kamar mandi, kalo sayah mah mending fotoin kelakuan temen-temen yang laen.he..he..Setelah merapihkan safety gear dan mengunci kendaraan, rasa kantuk pun mulai menyerang disertai angin semilir dan nyamuk-nyamuk nakal, tapi itu semua tidak menggubris rasa lelah dan kebutuhan tubuh akan istirahat dalam tidur yang lelap....zzzt.....

Sabtu Pagi 07JUN08.
Panggilan shalat Subuh membangunkan satu persatu peserta yang terlelap dalam mimpi indahnya, waktu menunjukan pukul 05:00 pagi, para peserta terlihat sudah siap, segar-bugar, wangi dan rapih walaupun masih terlihat kucel, dekil en de kumel , tapi ...lanjut terus!!..

Secara perlahan tapi pasti, roda-roda motor para peserta rombonganpun bergulir menuju kota Cirebon untuk selanjutnyah langsung menuju Tegal-Guci...pemandangan Sun Rise pagi hari di pantura terlihat sangat-sangat indah, hingga Boncenger tercinta saya pun dengan sangat antusias mengabadikan moment indah cipataan Tuhan ini dengan camera pocket seadanya..yang mau lihat hasilnyah, bisa check di :
Foto-Foto Touring Guci
. Matahari mulai menghangatkan aspal dan cuaca pagi itu..beberapa kali rombongan melesat cepat diantara roda-roda besar Bus dan Truck yang melintas di sepanjang jalur Pantura dengan Speed yang lebih cepat namun tetap terarah dan rapih berbaris. Tanpa terasa speedometer siBangor menunjukan angka 80 hingga 90Km/Jam..wow mantaph!!..gas Pol mang....

Beberapa ratus kilo meter sudah rombongan berjalan..pagi menjelang siang, udara dingin berangsur-angsur hilang digantikan panasnya ciri khas udara tepi pantai, perut yang penuhpun sudah mulai terasa kosong sehingga memaksa rombongan untuk berhenti sejenak menunaikan ritual sarapan pagi, tepatnya memasuki daerah Cirebon. maka Soto mie pun menjadi ajang penghilang rasa lapar pagi itu..bagai dahaga berlarut-larut..suapan demi suapan tak terasa sudah kami lakukan dengan serius tanpa sedikit pun terlewati, hingga akhirnya nasi dan soto mie hindangan pagi ituh berpindah tempat dari piring ke perut..he..he..lapar euy.

Beberapa kali saya mendapat kabar via SMS dari Bro Djawier (Heri S) yang menginformasikan bahwa beliau sudah berada di Tegal dan akan menjemput rombongan bila sudah sampai Guci..OK Bro..siap!!. Namun sayang sekali, Bro Ivan tidak dapat bergabung dalam rombongan karena trouble yang di alami motornya di daerah Pantura dan terpaksa harus berputar balik ke arah Jakarta. wah wah..sayang sekali Bro..tapi ngga apa-apa masih ada next Touring kok.

Tanpa menunggu lama setelah selesai menyantap sarapan pagi, rombongan melanjutkan perjalanan kembali. Aroma ikan asin dan terasi pun tercium hingga di balik helm, menandakan peserta rombongan sudah memasuki daerah Cirebon yang terkenal dengan Terasinya, konon katanya, Terasi ini merupakan makanan kesukaan raja-raja Cirebon tempo dulu, Terasi sendiri konon katanya berasal dari kata Ter-Asik (paling asik/enak) hingga para raja pun menyebut makanan yang di beri bumbu dengan Terasi hingga kini.

ok ok..Sayur bening sayur Sop..Balik maning nang lap top!

Keadaan permukaan jalan di sepanjang jalan Pantura pada saat itu terbilang mulus sekali, walaupun beberapa Kilo meter kendaraan kami harus melalui jalanan aspal yang penuh dengan tambalan, akibat lubang lubang di tengah jalan, namun secara over all bisa dikatakan mulus abis!!...


Waktu menunjukan pukul 10:00 pagi rombongan sudah memasuki kota Tegal dan melakukan stop refueling serta istirahat sejenak untuk memulihkan kembali stamina yang terkuras akibat cerah dan terik nya perjalanan menuju kota Tegal.

Sambil menikmati sajian pisang goreng dan tahu goreng serta minuman dingin, canda tawa dan saling ledek meledek pun tetap berajalan dengan sukses xi..xi..xi..no offence yah Bro..Just kiding, cuma becanda..

Selang 30 Menit istirahat, rombongan kembali bergulir menuju puncak GUCI Tegal, suasana kota Tegal perlahan namun pasti berangsur-angsur tergantikan dengan suasana sejuk ciri khas pegunungan dengan jalanan berkelak-kelok naik-turun dengan curamnya, mata kami dimanjakan oleh indahnya pemandangan hijau di sekiling kami, sejauh mata memandang kami melihat dengan jelas keindahaan tiada tara alam semesta ciptaan yang Maha Esa, sesaat hilang sudah rasa penat berkendara selama lebih dari 12Jam.

Rombongan terus bergerak dengan kompak menuju Taman Wisata Air Panas Guci, sambil menikmati pemandangan hijau yang indah, tangan-tangan kreatif istri saya sebagai boncenger tercintapun mulai mengambil gambar-gambar mulai dari pemandangan hingga tiap peserta beserta dengan motor nya..hayo bgaya!!..crot!!

Sesaat kemudian sampailah kami di pintu gerbang TAMAN WISATA GUCI,setelah membayar fee masuk sebesar Rp.3.000 permotor maka kami pun berjalan perlahan menikmati keindahan Taman Wisata Guci sambil mencari tempat parkir yang bagus (parkir yang bagus = bisa poto2 ..tetep!!.., bisa pasang spanduk..pastinyah and aman dari tangan2 jahil..he..he.).

Sepanjang jalan dari kota Tegal menuju Guci, hingga masuk ke TAMAN WISATA GUCI, keadaan dan kondisi jalan sangat-sangat bagus, saya sangat kagum kepada pemerintah dan masyarakat setempat yang memang memelihara dan mejaga kebersihan serta keindahaan keadaan alam di sekitar TAMAN WISATA GUCI mungkin perlu strategi yang pas untuk melakukan pemasaran Objek Wisata ini agar semakin terkenal dan mampu menyerap minat para Touris, baik dalam negri maupun luar negri tentunya.

Setelah rapih memarkirkan kendaraan kami yang sudah menempuh jarak +- 400 Km (terhitung start dari Tamsur), kami pun melakukan kebiasaan kami, yakni poto2..he..he..dan tetep cela celaan..*halah

Berkali-kali kami melakukan pembicaraan melalui HP dengan Bro Djawier, bahwa kami sudah sampai di GUCI dan siap di jamu..he..he.ngarep...hyiu.. kemudian kami pun mulai berjalan menyusuri Taman Wisata Guci..selain banyak penjual hasil karya tangan para penduduk setempat, banyak kuda juga lho..bahkan, Bro Heri sangat antusias ingin sekali di poto besampingan dengan Kuda..(jangan Bro, nanti susah ngebedain yang mana Kuda, yang mana Heri..bwa ha..ha..haa..peace ah!!).

Sambil menikmati keadaan serta pemandangan Taman Wisata Guci yang memang terdapat banyak Air terjun, tapi maaph, penulis tidak sempat menghitung jumlah air terjun, maklum deh..sibuk sama Bro Heri yang merengek rengek minta poto sama Kuda..ha..ha..ha..Peace lagi Bro!!.

Akhirnya rombongan setuju untuk menikmati Pemandian air panas. Sebetulnya terdapat banyak kolam air panas, ada yang gratis ada yang mahal dan ada yang sedang-sedang saja tarifnya, tergantung dari seberapa bagus Kolam tersebut, jika Gratis memang bagus, malah terkesan sangat natural di aliri langsung oleh air sungai, namun sangat banyak pengunjung yang datang,(kurang privacy) maka kami pun memutuskan untuk mandi di kolam renang yang di aliri oleh aliran air sungai, dengan membayar Rp.5000 perorang, kami bisa berenang sepuasnya. Setelah mengganti kostum, satu persatu dari kami mulai menikmati hangatnya pemandian Air Panas Guci...rasa pegal dan lelah pun hilang seketika...dengan di bumbui guyonan-guyonan segar dari peserta satu persatu akhirnya nyemplung juga..ah....segar!!..hangat hangat..


Sayangnya pada saat Bro Djawier datang, acara cebur menceburkan sudah usai..jadi ngga kebagian jatah iseng deh Bro Djawier.Selesai menyegarkan badan di Pemandian air panas Guci, kami pun beranjak pergi meninggalkan Guci ke arah MOGA, dengan dipandu oleh Bro Djawier.

oh iya, di pertengahan jalan Bro Ryan dan Thimo memisahkan diri dari rombongan untuk menuju ke rumah kediaman keluarga Bro Ryan, ehm..ehm..mo ngenalin calon yah Bro?? ...bwa ha..ha..ha..

Menuruni bukit pegunungan Guci sangatlah indah, jalanan aspal hotmik sangat memanjakan roda-roda bulat kendaraan kami untuk memacu di kecepatan 50Km/Jam..wuih!!..seger euy!!! diJakarta mana ada keadaan indah mulus, segar dan berkelok-kelok seperti inih..benar-benar pengalaman sangat yang menarik.

Waktu menunjukan pukul 14:00. Tak terasa rombongan pun tiba di rumah kediaman Keluarga Bro Erry, tepatnya di MOGA, yang sudah siap menyambut rombongan dengan berbagai hidangan seperti : Goreng Singkong (mantaph nih!!..sampe ngga puas2 makan nyah..) kemudian ada juga Wedang Jahe..(beuh!!!..hangat bener...hah!), Buah Pisang yang manis, Buah jeruk dan pastinya Hidangan utama Sayur Sop dengan Tempe dan tahu goreng..sadap!!..setelah lelah di jalan, disegarkan di pemandian air hangat, akhirnya kami di manjakan oleh hidangan dan keramah-tamahan rumah Keluarga Bro Erry di Moga..Thanks Bro!!.

Setelah bencengkrama dan menikmati suasana serta suguhan kami pun akhirnya tertidur pulas untuk bangun kembali setelah adzan Maghrib, karena kami berencana menikmati suasana malam minggu di seputaran Moga, dan mengunjungi kediaman Bro Djawier yang berada di daerah Pemalang kira-kira 15Km dari Moga, jalanan yang sepi sunyi dan dingin pun menjadi lahapan mudah bagi siBangor dan rekan2 nya untuk melibas serta menikmati tikungan demi tikungan menuju rumah kediaman bro Djawier.

Selang Waktu +-30 menit kami pun sampai juga di rumah kediaman Bro Djawier. setelah bercengkrama dan (lagih-lagih) menikmati suguhan kripik pisang goreng, kacang goreng, Teh Tubruk kerupuk goreng dan masih banyak lagi..nyesel deh Bro yang ngga ikutan..lalu kami menikmati suguhan makan malam dengan menu PETE+sambel (mantap nih sambelnyah...) ikan goreng+ikan bakar, sayur dan nasi hangat...wah..mantaph deh!!..beberapa kali kami dapat panggilan telpon dari HP Sis Liz, yang menanyakan kabar dan keadaan rombongan kami pun bercerita apa adanya.

Karena waktu menunjukan pukul 21:00, kami pun pamit pulang kepada tuan rumah dan mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Bro Djawier dan keluarga yang sudah menyambut kedatangan kami dengan sangat-sangat penuh dengan ramah tamah ciri khas adat Timur Indonesia .oh iyah, sebelum pulang kami di beri bingkisan penuh dengan kripik pisang..Makasih yah Bu..

Setelah kembali ke rumah tinggal Keluarga Bro Erry, di Moga kami pun mulai memanjakan diri kami dengan berleha-leha diatas alas tidur sambil sedikit menonton acara pembukaan EURO 2008.

Seperti touring-touring yang pernah saya ikuti sebelumnya, stiap kali acara Bobo malam, ada saja yang pasang knalpot racing..alias ngorok...ha..ha..ha..siapa lagih kalo bukan.Bro #$@*## (sensor ah..tapi bwt yang sering touring sama TRAVIC, pasti tau deh he..he..he..).

Minggu Pagi, 08-JUN-2008
Adzan Subuh sudah berkumandang, satu persatu kami pun mulai menyiapkan peralatan pribadi untuk mandi pagi..Teh hangat manis pun sudah siap di meja makan, nasi hangat dan goreng ayam menjadi jamuan makan pagi rombongan..tanpa basi basi dan ba-bi-bu..karena kebutuhan utama manusia adalah MAKAN, kami pun mulai menyantap masakan yang sangat-sangat nikmat ituh dengan semangat membara dan penuh antusias serta inisiatif *halah, kalo masalah makan paling cepet deh..

Jadwal rombongan pagi ini adalah kembali ke Jakarta dengan rute : Moga-Pemalang-Brebes-Pantura-BekasiI-Jakarta. Pukul 07.30 pagi pun rombongan mulai bergerak teratur menuruni bukit dan pegunungan dengan sebelumnya foto-foto dan berpamitan serta pastinya mengucapkan terima kasih banyak kepada Keluarga Bro Erry yang sudah menampung kami dan bersedia di acak-acak rumah nyah..he..he..

Masih pagi memang kami meninggalkan Moga keadaan lalu lintas pun masih sepi, tak heran jika Road Captain memacu kendaraan hingga 80 Km/jam..pemandangan indah pun menyambut kami di sepanjang jalan..kabut yang tipis perlahan-lahan menyibakkan pemandangan indah meninggalkan siluet-siluet pegunungan yang kian lama kian jelas bentuk dan wujud pegunungan di sekeliling kami, tak terhitung decak kagum yang keluar dari mulut penulis dibalik helm, atas ciptaan Tuhan Yang maha Esa.

Dengan sigap dan cepat rombongan pun meninggalkan kota Bahari, dan bertemu dengan Bro Ryan dan Thimo yang sudah menunggu di depan terminal Bus Tegal ternyata Bro Ryan pulang bawa bonceger..yang tidak lain tidak bukan adalah His Litle Brother..Bro Antonius.(kalo ngga salah inget yah).

Di daerah Brebes rombongan berhenti sejenak untuk membawa buah tangan berupa ENDOK ASIN..alias telor asin asli Brebes, bahkan sampai ada demo untuk mencicipi dulu lho...(saya pasti kebagian kalo yg bginih mah..).

Waktu menunjukan pukul 09:00 pagi pada saat rombongan bergerak menelusuri panas dan padatnya jalur Pantura menuju Cirebon. Panas dan terik tidak menyurutkan semangat kami untuk kembali ke Jakarta agar dapat menyampaikan pengalaman kami selama perjalanan menuju Taman Wisata Guci.

Setelah 3 Jam berkendara, akhirnya romobongan pun tiba di daerah Indramayu untuk melakukan stop istirahat makan siang serta isi Bensin, lahapan ala Sunda pun menjadi santapan perut-perut kosong para peserta, nasi sambel adalah menu utama di temani dengan ikan gurame goreng dan sayur Iga sapi...untuk minumnya?? Es kelapa Muda memang paling mantap!!..ssrluurp.!!!..Adem beneeer.. Hah.!!

Setelah istirahat kurang lebih 1 jam, dan sempat mengambil beberapa foto di Rumah makan khas Sunda, maka perjalanan pun dilanjutkan membelah panasnya jalur pantura di siang hari bolong. Roda-roda kendaraan kami terus di pacu melawan cepatnya deru-deru mesin truk pengangkut barang dan Bus Antar Kota Antar Propinsi yang tak kalah cepat dan sigap melewati Kota demi Kota di sepanjang jalur Pantura, yang mana akhirnya sampai juga di daerah karawang untuk berhenti isi bensin dan sholat Ashar.

Jarak antara kota Karawang dan Jakarta memang tidak terasa jauh, namun perjalanan dari Tegal -Jakarta dengan jarak +- 400Km, memang cukup melelahkan baik para peserta maupun para boncenger yang dengan sigapnya mengambil foto para peserta satu-persatu.

Saat Adzan Maghrib berkumandang, peserta sudah memasuki daerah Kalimalang, Bekasi dan stop di Pom bensin melakukan salam perpisahan untuk bertemu kembali di acara-acara Touring berikutnya.

So salam Biker Bro..tetep Ngebut, jangan lupa ngerem *halah.

Secara keseluruhan, Touring kali ini adalah touring terapih dan disiplin TRAVIC selama ini, seluruh peserta rombongan sangat antusias mengikuti aba-aba dari Road Captain.

Ada pun suksesnya acara Touring TRAVIC to Guci, Tegal kali ini tidak lah luput dari dukungan semua pihak baik dari dalam tubuh anggota/member TRAVIC maupun semua doa keluarga di rumah. Maka dari itu, ucapan terima kasih kami ucapkan kepada :

  1. Allah SWT, Tuhan YME yang dengan karunia NYA telah melindungi seluruh peserta rombongan dari pulang-pergi tanpa berkurang satu apapun.
  2. PIC dan Panitia (Bro Erry) yang sudah menyiapkan Akomodasi serta Konsumsi di tempat tujuan.
  3. Keluarga Bro Djawier, yang dengan penuh ramah-tamah menyambut kedatangan rombongan di Tegal.
  4. Seluruh member dan Partisipan TRAVIC, yang sudah mengantarkan rombongan sampai kota tapal batas = Bekasi.
  5. Keluarga dirumah, dengan doa dan dukungan serta ijin dan restunya hingga kami kembali ke rumah tanpa kurang satu apapun.
  6. Para peserta Touring yang dengan antusias dan sigap mematuhi seluruh kode etik di jalan raya dan berkendara dalam konvoi.
  7. Kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, sudah mendukung, memantau serta mendoakan rombongan hingga suksesnyah perjalanan ini.


Kiranya cukup sekian laporan perjalanan dari saya, mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan di hati para pembaca, karena segala yang salah datangnya dari saya sebagai manusia biasa dan segala yang benar datangnya dari Allah SWT, Tuhan YME.

Akhir kata, Salam TRAVIC dan tetap Sukses!.

Thanks,
Densur (TR 002)
Ketua TRAVIC

Labels:

 
posted by TRAVIC at Thursday, June 12, 2008 | Permalink |


0 Comments: